Selasa, 15 Maret 2011

morning prudent , selasa


Rawa Pening 10 Tahun Lagi Jadi Daratan
Penulis: Amanda Putri Nugrahanti |

SEMARANG, KOMPAS.com -  Jika kondisi danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dibiarkan seperti sekarang, dalam  jangka waktu 10 tahun ke depan, danau alami itu segera menjadi daratan.
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/quote_1.gif
Dengan kondisi demikian, pada tahun 2021, atau 10 tahun lagi, Rawa Pening diprediksi menjadi daratan. Jika tidak ingin hal itu terjadi, aksi harus dilakukan.
-- Tri Retnaningsih Soeprobowati, peneliti Undip Semarang
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/quote_1.gif
Karena itu, konservasi danau penyangga lingkungan itu harus dilakukan serius. Peneliti dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro Semarang Tri Retnaningsih Soeprobowati mengungkapkan hal itu di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (14/3/2011).
Retnaningsih dalam rapat revitalisasi Rawa Pening yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup, menyebutkan, endapan di danau itu mencapai 270-880 kilogram per hari, atau 780 ton per tahun.
Padahal, hampir 70 persen dari danau seluas 2.500 hektar itu kini ditutupi tumbuhan air enceng. Volume air juga sudah berkurang hingga 30 persen. Belum lagi, pertumbuhan daratan apung yang setiap tahun bertambah lima persen.  
"Dengan kondisi demikian, pada tahun 2021, atau 10 tahun lagi, Rawa Pening diprediksi menjadi daratan. Jika tidak ingin hal itu terjadi, aksi harus dilakukan," ujar Retnaningsih.
Ia mengatakan, selama ini sudah banyak penelitian yang dilakukan mengenai Rawa Pening. Namun, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan danau itu.
Danau yang volume airnya mencapai 65 juta meter kubik itu kini tercemar dengan laju endapan yang sangat tinggi. Padahal, Rawa Pening menjadi tumpuan irigasi pertanian di sekitarnya.
Saat ini saja, PLTA Jelok tidak lagi dapat memanfaatkan air danau sepanjang waktu karena volume air yang tinggi hanya pada waktu tertentu.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, Retnaningsih mengungkapkan, perlu ada rencana besar untuk mengonservasi danau tersebut. Terutama, mengendalikan populasi enceng gondok.
Ia mengusulkan, enceng gondok dijadikan sabuk hijau di pinggiran danau, dengan bagian tengah danau bersih dari enceng gondok. Dengan begitu, diharapkan, masalah sedimentasi dapat teratasi.
Pengurangan enceng gondok juga dapat dilakukan dengan alternativ lain, yaitu memberi biocontrol, seperti memberi ikan grass capr yang memakan enceng gondok.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang A Hudaya mengatakan, Kabupaten Semarang saja tidak akan mampu mengatasi permasalahan Rawa Pening. "Ini sudah selayaknya menjadi perhatian pemerintah pusat," katanya.
Deputi III Pengendalian Kawasan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Arief Yuwono mengatakan, Rawa Pening masuk dalam 15 danau yang menjadi prioritas untuk dikonservasi. Upaya konservasi Rawa Pening diharapkan menjadi proyek percontohan bagi danau-danau lain di Indonesia.  
"Dari kasus Rawa Pening, kami akan bahas bagaimana cara penanganannya, siapa penanggung jawabnya, hingga dana yang dibutuhkan. Setelah itu, danau yang lain akan mengikuti," kata Arief.
 
Giliran Gresik Gelar MSC
Senin, 14 Maret 2011 - 15:22 wib

Salah satu pertandingan Milo School Ciompetition. Foto: Ist
GRESIK – Sekitar 865 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Jawa Timur akan memperebutkan Piala Taufik Hidayat dalam kompetisi bulutangkis antar SD dan SMP, MILO School Competition 2011, di GOR Semen Gresik, Gresik, Jawa Timur, 15-20 Maret 2011.

Gresik merupakan kota penyelenggara ketiga setelah Jakarta dan Batam. Di Jakarta, kompetisi bukutangkis bergengsi tingkat sekolah ini digelar pada 16-21 Februari lalu, dengan dibuka oleh Menpora RI Andi Mallarangeng didampingi Ketua Umum Pengurus Besar PBSI Jenderal TNI (Pur) Djoko Santoso, sedangkan di Batam yang mempertemukan siswa-siswi se-Provinsi Riau, dilaksanakan pada 22-27 Februari silam. Setelah Gresik MILO School Competition akan diselenggarakan di Samarinda 28 Maret-2 April, kemudian Pontianak 11-16 April.

“Tujuan kami mendukung kejuaraan ini, hingga ke berbagai daerah, adalah ingin agar bibit-bibit unggul terwadahi. Kami berharap, dari kejuaraan ini, akan lahir jago-jago Indonesia pada masa mendatang,” kata Prillia Sandra, Category Marketing Manager MILO PT. Nestle Indonesia.

Menurut Prillia, selama 10 tahun penyelenggaraan, kejuaraan ini telah diikuti 22.000 murid SD dan SMP. Dari puluhan ribu anak ini, telah memunculkan jago-jago Indonesia masa kini, seperti Tommy Sugiarto, yang merupakan juara 2003. Tommy, yang telah merebut berbagai gelar nasional dan internasional ini, bulan lalu ikut mengantarkan SGS Bandung merebut gelar juara pada Superliga di Surabaya.

Dikatakan, dengan adanya kompetisi ini, anak-anak Indonesia sekaligus belajar tentang nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, kerja sama tim, sportifitas, dan percaya diri.

“Ini yang pertama kalinya Gresik menjadi tuan rumah MILO School Competition. Kejuaraan ini tidak hanya diikuti para pemain dari Gresik saja, tetapi juga dari daerah-daerah Jawa Timur lainnya. Kami yakin, kejuaraan ini akan berlagsung sangat ketat,” kata Ketua Panitia Eddy Sabarudin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengprov PBSI Jawa Timur dalam rilis yang didapat Okezone, Senin (14/3/2011).

Eddy berharap dari Gresik akan melahirkan talenta-talenta tenta muda berbakat dari Jawa Timur. Dalam sejarah berbulutangkisan Indonesia, provinsi paling timur di Pulau Jawa ini, selalu menciptakan atlet-atlet yang telah membawa nama harum Indonesia, seperti peraih delapan gelar juara All England Rudy Hartono, peraih medali emas Olimpiade 2000 Tony Gunawan, hingga atlet pelatnas saat ini, Sony Dwi Kuncoro.

Selain itu, Eddy juga berharap, Gresik akan melahirkan atlet lokal yang dapat berbicara di tingkat nasional maupun dunia. Salah satu nasional, ApriliaYuswandari, adalah produk binaan klub terkemuka, Semen Gresik. “Kita ingin kota ini melahirkan pemain hebat,” katanya.

Para pemenang dari lima kota penyelenggaraan MILO School Competition, berhak melaju ke putaran Grand Final yang akan dilaksanakan di Jakarta pada Mei mendatang. Selain itu, mereka juga mendapatkan hadiah uang pembinaan dan hadiah mengikuti pelatihan khusus di TH (Taufik Hidayat) Training Camp, Jakarta, selama 2 minggu. Mereka juga memperebutkan Piala Taufik Hidayat sebagai piala bergilir sejak 2006.

Duta MILO School Competition Taufik Hidayat menegaskan, kompetisi bulutangkis untuk anak-anak sekolah masih minim. Dia berharap, pihak lain akan berlomba menyelanggarakan kejuaraan tingkat sekolah. “Jika tidak ada kejuaraan yang dikhususkan untuk sekolah, tentu akan sulit bagi seseorang yang memiliki bakat untuk bisa mengembangkan teknik permainan dan merasakan kerasnya kompetisi. Oleh karena itu, kejuaraan seperti MILO School Competition ini sangat penting bagi pemain-pemain belia ini," kata juara dunia 2005 dan peraih medali emas Olimpiade 2004 ini.
Menggambar Berhadiah ke Jerman, Mau?
Penulis: M.Latief | Editor: Latief
Senin, 14 Maret 2011 | 20:39 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/icon_dibaca.gif
Sebanyak 1.200 peserta tercatat memeriahkan lomba menggambar yang dilaksanakan oleh Faber-Castell bekerjasama dengan Kompas.com di Pluit Village, Minggu (13/3/2011).
  •  
JAKARTA, - Sebanyak 1.200 peserta tercatat memeriahkan lomba menggambar yang dilaksanakan oleh Faber-Castell bekerjasama dengan Kompas.com di Pluit Village, Minggu (13/3/2011). Dibuka oleh Wakil Walikota Jakarta Utara Mangara Pardede, lomba berlangsung meriah meskipun tampak keseriusan di wajah peserta lomba menggambar bertema "The Castell of Your Dreams" ini.
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/quote_1.gif
Keberhasilan tidak hanya ditunjang dengan kepandaian, kreatifitas juga menjadi dasar utama untuk menghantarkan keberhasilan pada anak.
-- Yandramin Halim
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/quote_1.gif
Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim, menjelaskan, dengan digelarnya lomba ini diharapkan bisa selalu menunjang kreatifitas anak dalam berkarya.
"Keberhasilan tidak hanya ditunjang dengan kepandaian, kreatifitas juga menjadi dasar utama untuk menghantarkan keberhasilan pada anak," kata Halim.
Adapun pemenang lomba kali ini diraih oleh Angelia Yunita (Juara I-Kategori TK), Mikiyal (Juara 1-Kategori SD 1-3), serta Kevin C (Juara 1-Kategori SD 4-6). Para pemenang ini nantinya berkesempatan untuk melaju ke tingkat nasional dan mendapatkan hadiah utamanya, yakni mengunjungi perayaan puncak 250 tahun Faber-Castell di Jerman bersama satu orang pendamping.
Lomba yang diadakan dalam rangka memperingati 250 tahun Faber-Castell ini masih akan berlanjut di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya di Tiara Dewata-Bali pada 27 Maret 2011, Saphier Square Yogyakarta pada 10 April, Panukung Mall-Makassar 10 April 2011, dan diakhiri di Gramedia Lampung pada 30 April 2011. Sementara itu, di wilayah Jabodetabek lomba digelar di di Lippo Mall Karawaci 27 Maret 2011, Mega Bekasi Hypermal 3 April 2011, serta Gandaria City pada 10 April 2011.
"Para peserta menggunakan teknik menggambar yang kami kembang, yakni Pointilism, Patterning dan Contouring, serta menggunakan alat gambar khusus yang kami sediakan," ujarnya. 

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL


Sejak Januari Ada 19 Pasien Terduga Flu Burung

Selasa, 15 Maret 2011 | 06:24 WIB

Padang, Kompas - Jumlah pasien terduga flu burung yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil, Kota Padang, Sumatera Barat, bertambah lagi. Dua pasien baru, berusia 49 tahun dan 8 tahun 6 bulan, dirujuk ke rumah sakit itu pada Minggu (13/3). Dengan demikian, sejak Januari 2011, ada 19 pasien terduga flu burung yang ditangani di rumah sakit tersebut.
Zaini Kasman (48), suami dari salah seorang pasien terduga yang mulai dirawat sejak Minggu, mengatakan, istrinya mengalami demam dan kondisi yang tidak biasa setelah puluhan ayam kampung peliharaannya mati mendadak. ”Kaki istri saya gemetaran,” katanya, Senin (14/3).
Jumlah pasien terduga flu burung yang dirawat di RSUP Dr M Djamil pada Senin tercatat sebanyak 10 orang. Sembilan pasien terduga flu burung lainnya sudah diperbolehkan pulang, karena hasil tes darah dan contoh cairan lendir yang diambil dari kerongkongan dan hidung pasien menunjukkan negatif terhadap sampel virus H5N1 (avian influenza) yang ada.
Saat ini, para pasien terduga flu burung tersebut ditempatkan di Ruang Suspect dan Ruang Conform RSUP Dr M Djamil. Pihak rumah sakit menyiapkan ruang tambahan untuk perawatan pasien-pasien terduga flu burung yang kemungkinan masih bertambah.
”Untuk Maret saja terdapat 15 orang pasien terduga yang dirawat di rumah sakit kami,” kata Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP Dr M Djamil, Gustafianof.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengatakan, Rumah Sakit Ahmad Muchtar, Kota Bukittinggi, akan digunakan pula sebagai rumah sakit rujukan flu burung apabila RSUP Dr M Djamil tidak dapat menampung jumlah pasien terduga yang terus berdatangan.
Ayam mati mendadak
Dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dilaporkan, ratusna ayam di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, mati mendadak sejak awal Maret ini. Kematian ayam-ayam tersebut diduga akibat terkena virus flu burung, karena memiliki ciri unggas yang terkena flu burung.
”Awalnya, kami mengira ayam terkena penyakit biasa. Tetapi herannya, kok dari sehat-sehat saja, tiba-tiba mati. Padahal kalau kena penyakit ayam, sekitar tiga atau empat hari kemudian baru mati,” ujar Somiani, warga Dusun Banjaran, Desa Kesongo, yang juga Sekretaris Desa Kesongo.
Somiani mengatakan, sudah sekitar 200 ayam miliknya yang mati mendadak. Ratusan ayam milik tetangganya juga mati. Dari 22 keluarga di dusun tersebut, hanya 3 keluarga yang ayamnya tidak mati.
Bangkai ayam-ayam tersebut kemudian dikubur. Warga tidak tahu kalau bangkai ayam tersebut seharusnya dibakar. (UTI/INK)

Bantu Kerja Bakti, Siswa SD Tewas Tertimpa Pohon
Andi Aisyah - Okezone
Minggu, 13 Maret 2011 02:38 wib
  1 Share6Email0
MAKASSAR - Nasib nahas menimpa Herlangga. Siswa SD Malliwang ini tewas tertimpa pohon saat mengikuti kerja bakti di sekolahnya.

Saat kerja bakti berlangsung, sekira pukul 09.30 Wita, kepala sekolah SD Malliwang Silas Tabang dibantu beberapa rekannya. Pohon itu berjarak sekira 100 meter di depan sekolah.

SD Malliwang terletak di Jalang Bandara Lama, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Mereka menebang dan menggali akar pohonnya. Herlangga turut pula membantu. Tak dinyana, bocah SD yang berusia 11 tahun itu, tertimpa batang pohon dan menindih punggung siswa kelas lima itu.

"Anak itu juga terluka pada kepalanya. Hidung dan mulutnya juga tertimpa hingga mengeluarkan darah," ujar salah seorang kerabat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (12/3/2011).

Dia mengatakan, pihaknya akan menuntut pihak sekolah karena kejadian ini. "Mereka tidak memperhatikan keselamatan anak didiknya," tegasnya.

Herlangga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Namun sesaat setelah tiba di rumah sakit, dia langsung meninggal.

Sementara itu, Wakapolsek Biringkanaya AKP Amran Allo Baji mengatakan, kejadian itu akibat kelalaian kepala sekolah. Seharusnya sebagai pendidik, dia harus memperhatikan keselamatan siswanya.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami telah memeriksa lima orang saksi. Mereka adalah Kepsek Silas Tabang, Abdul Jalil. Yusuf dan Haji Saku," pungkasnya.
Inilah Jejak Tsunami Paling Mematikan
Penulis: Eko Hendrawan Sofyan | Editor: Tri Wahono
Jumat, 11 Maret 2011 | 23:04 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/icon_dibaca.gif

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekuatan alam tak pernah bisa dilawan. Bencana gempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) disertai tsunami yang menerjang kawasan pantai timur Pulau Honshu, Jepang, Jumat (11/3/2011) pada pukul 02.46 waktu Tokyo, menunjukkan betapa dahsyat kekuatan itu. 
Belum ada keterangan resmi berapa jumlah korban yang tewas atas bencana tersebut. Namun, jika dilihat dari efek kekuatan dahsyatnya, banyak pihak memperkirakan lebih dari ratusan orang menjadi korban.
Indonesia adalah negara yang juga menjadi saksi betapa dahsyatnya kekuatan itu. Tsunami pernah melanda kawasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan sejumlah wilayah di Tanah Air hingga menelan ribuan korban jiwa.
Seperti apa jejak kedahsyatannya, berikut catatan mengenai gempa paling buruk dalam seabad terakhir. 
Cile, 28 Februari 2010: Gempa dengan kekuatan 8,8 SR disusul tsunami telah menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Jumlah korban terbanyak adalah mereka yang tinggal di kawasan pesisir. 
Kawasan Pasifik, 30 September 2009: Terjadi dua kali gempa dengan kekuatan masing-masing mencapai 8,1 SR dan 8,0 SR dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini memicu terjadinya tsunami yang menerjang kawasan Samoa dan Tonga. Tinggi gelombang tsunami mencapai 5 meter. Korban tewas mencapai 192 orang.
Asia, 26 Desember 2004: Gempa berkekuatan 9,3 SR terjadi di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Memicu tsunami di sejumlah kawasan Asia dan dua negara Afrika. Disebut-sebut sebagai gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
Korban mencapai sekitar 250.000 orang tewas di delapan negara. Nanggroe Aceh Darussalam (Indonesia), Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.
Papua Niugini, 17 Juli 1998: Setelah diterjang dua kali gempa dengan kekuatan 7,0 SR, gelombang tsunami pun tak terhindarkan dan merusak apa pun hingga jarak 30 kilometer dari garis pantai utara. Berdasarkan data resmi dari pemerintah, sebanyak tujuh desa tersapu tsunami dengan korban tewas ditaksir mencapai lebih dari 2.000 jiwa. Sementara data dari wilayah setempat menyebutkan, korban tewas antara 6.000 dan 8.000 jiwa.
Indonesia, 12 Desember 1992: Gempa berkekuatan 7,5 SR memicu gelombang tsunami dan menyapu permukiman di pesisir pantai Flores. Tsunami tersebut menewaskan setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang dinyatakan hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.
Gempa tersebut sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur.
Filipina, 17 Agustus 1976: Gempa berkekuatan 7,9 SR menyebabkan tsunami yang menewaskan lebih dari 5.000 orang. Tsunami menghancurkan hampir seluruh wilayah Moro dan kota Pegadian. 
Cile, 21-30 Mei 1960: Gempa berkekuatan 9,5 SR disusul bencana tsunami yang menerjang sejumlah negara-negara di kawasan laut Pasifik, termasuk Filipina dan Jepang. Di Cile, korban tewas mencapai 5.700 jiwa, 61 jiwa di Hawaii, dan 130 jiwa di Jepang.
Uni Soviet, 4 November 1952: Gempa terjadi di Semenanjung Kamchatka dengan kekuatan mencapai 9,0 SR dan menyebabkan tsunami yang cukup dahsyat. Gelombang tsunami melintasi Pasifik hingga Cile dan Peru. Lebih dari 2.300 orang meninggal.
Jepang, 3 Maret 1933: Gempa berpusat di Sanriku, Pulau Honshu, dengan kekuatan mencapai 8,3 SR diikuti oleh tsunami yang menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

WNI di Jepang

Akan Dievakuasi ke Jakarta

Fajar Nugraha
Senin, 14 Maret 2011 21:16 wib
  

Kondisi Jepang
TOKYO - 103 WNI pengungsi asal Sendai dan Fukushima yang tiba di Tokyo Senin pagi waktu setempat akan dievakuasi ke Jakarta pada hari Selasa (15/3) besok. Para pengungsi saat ini berada di gedung Sekolah RI Tokyo (SRIT).

Sebelumnya, Duta Besar Muhammad Lutfi, didampingi Tim Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri RI, telah melakukan dialog dengan para pengungsi, yang antara lain membicarakan keputusan para pengungsi, apakah akan tetap tinggal di Tokyo, atau dievakuasi ke Indonesia.

Dari dialog diperoleh keputusan para pengungsi tersebut untuk dievakuasi ke Indonesia karena secara psikologis kondisi traumatik pasca gempa masih dirasakan oleh anak-anak dan juga para wanita, demikian dilansir pihak KBRI di Jepang, Senin (14/3/2011).

Sementara itu, empat WNI pengungsi asal Fukushima yang tiba di Tokyo tadi siang telah dibawa ke rumah sakit militer di Tokyo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang cukup ketat melalui radiologi dan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi mereka. Setelah pemeriksaan menyeluruh selama sekitar dua jam, mereka telah dinyatakan aman dari radiasi.

Tim Relief KBRI Tokyo Gelombang I yang masih di Sendai Miyagi melaporkan bahwa tim telah menjemput tujuh orang perawat Indonesia bernama Wisita Permanasari, Mugiyati, Wihel, Desi, Jajang, Emey, dan Siti Nurlaeli. 

Tim juga telah berhasil menjemput 3 mahasiswa Indonesia dari Natori, yaitu Robert Dwiputra, Tahta Erlangga, dan Achmad Faisal Dwiputro. Pada pukul 14.30, Call Center KBRI Tokyo telah memperoleh konfirmasi kondisi selamat 10 perawat Indonesia di Aomori, yang sebelumnya dikabarkan hilang. 
25 April, Maskot SEA Games Diluncurkan
Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Senin, 14 Maret 2011 | 21:57 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/icon_dibaca.gif
25 April, Maskot SEA Games Diluncurkan
JAKARTA, KOMPAS.com — Maskot SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang akan diluncurkan secara resmi oleh Panitia Nasional atau Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) pada 25 April mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana Inasoc Rahmat Gobel di Tangerang, Senin (14/3/2011), mengatakan, peluncuran maskot dilakukan bertepatan dengan 200 hari menjelang pelaksanaan event olahraga terbesar di Asia Tenggara itu. Pelaksanaan SEA Games XXVI sendiri dilakukan pada 11-25 November 2011.
"Tunggu saja. Kami telah mempersiapkan semuanya," katanya di sela penandatanganan kerja sama antara PT Garuda Indonesia Tbk dan Inasoc di Garuda City Center, Tangerang.
Menurut dia, dengan dirilisnya maskot SEA Games 2011, selanjutnya akan dilakukan kampanye besar-besaran terkait dengan pelaksanaannya, termasuk memanfaatkan media-media yang sebelumnya melakukan kerja sama.
Salah satu kampanye yang dilakukan, kata dia, adalah menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia yang sebelumnya telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Inasoc yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar dengan Ketua Panitia Pusat Inasoc, Rita Subowo.
"Logo dan maskot nantinya akan terpasang di Garuda Indonesia. Selain itu, kami akan menggunakan media ruang terbuka guna mengenalkan SEA Games kepada masyarakat luas," katanya.
Khusus untuk logo telah diluncurkan oleh Inasoc tepat 300 hari sebelum pelaksanaan SEA Games 2011. Adapun logo yang digunakan adalah burung garuda.
Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel itu menjelaskan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin menyukseskan pelaksanaan SEA Games 2011 meski saat ini banyak arena pertandingan yang belum rampung pembangunannya. Dengan dukungan semua pihak mulai dari pemerintah, panitia pelaksana, dunia usaha ataupun seluruh masyarakat Indonesia, Inasoc optimistis semua persiapan yang dilakukan bisa tuntas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"Saya seorang pengusaha, jadi saya harus optimistis. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin semuanya akan selesai tepat waktu," katanya.
Beberapa lokasi pertandingan, terutama di Palembang, banyak yang belum tuntas dalam pengerjaannya. Banyak lokasi pertandingan baru saja dibangun meski pelaksanaan SEA Games 2011 tinggal sekitar enam bulan lagi. Meski demikian, pihak panitia optimistis pelaksanaan SEA Games berjalan dengan lancar.
SEA Games XXVI diikuti 11 negara, yaitu tuan rumah Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar