Selasa, 27 Desember 2011

Enjoy With Prudent Edisi AUS Selasa, 27 Desember 2011


Asal Mula Bunga Bangkai

Seorang selir bernama Ambarwati berniat menggantikan posisi permaisuri hingga melakukan hal nekat, ia membunuh sang saingan serta mengguna-gunai putri raja yang bernama Kemuning hingga tubuhnya mengeluarkan bau bangkai.
Semua yang dilakukan Ambarwati bertujuan satu, ia ingin posisi Kemuning sebagai pewaris digantikan oleh Gayatri putrinya. Akibat dari siasat liciknya, Kemuning dikucilkan dan kerap dilecehkan oleh siapapun yang lewat akibat bau badannya yang menyengat.
Di tempat lain, putra mahkota kerajaan Gandara Sakti bernama Jaka juga mengalami nasib sama. Bedanya, Jaka terkena sumpah-serapah karena kerap mempermalukan sang ayah kandung yang berkedudukan sebagai raja. Akibat sumpah tersebut, seluruh wajah dan tubuhnya dipenuhi penyakit buduk. Saking malunya, Jaka diam-diam pergi dari istana.
Tidak ingin sang putri terus-terusan didera kemalangan, Aryo Seto yang sudah putus asa menggelar sayembara untuk menyembuhkan bau badan Kemuning. Saat itu, Jaka tampil sebagai salah seorang peserta. Sudah tentu, banyak yang meragukan mengingat sosoknya yang penuh buduk.
Berkat petunjuk seorang mantan panglima sekaligus adik ipar raja bernama Balapati (yang juga menjadi korban fitnah Ambarwati), Jaka mengambil setangkai bunga Palasara yang diyakini mampu menyembuhkan sang putri. Perjuangan mendapatkan bunga itu tidak main-main, pasalnya Jaka harus mengambilnya dari perut seekor naga raksasa.
Bunga itu akhirnya tidak cuma bisa menghilangkan bau bangkai di tubuh Ambarwati, tapi juga menyembuhkan penyakit kulit Jaka. Tidak cuma itu, Jaka belakangan juga berhasil membongkar kejahatan Ambarwati.
Atas pesan sang naga, Jaka akhirnya tetap memelihara bunga Palasara dengan menanamkan di taman istana. Secara mengejutkan, bunga itu tumbuh dan berkembang menjadi setangkai bunga yang mengeluarkan bau bangkai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar