Lawang Sewu
Namanya saja gedung tua peninggalan orang asing, tentu
banyak hal gaib yang melingkup di sekitar gedung dan susah dipecahkan. Sama
seperti gedung Lawang Sewu, Semarang yang ditengarai menyimpan banyak misteri
ini. Konon, misteri tak terpecahkan itu berkaitan dengan keberadaan makhluk
halus yang menghuni Lawang Sewu. Jumlahnya mencapai puluhan, dan itu pun susah
dideteksi bagaimana kisahnya hingga mereka menjadi penghuni Lawang Sewu.
Gedung peninggalan Belanda itu sampai sekarang nampak
megah jika dipandang dari bundaran monumen Tugu Muda. Wujud bangunannya kokoh,
artistik, dan bergaya Eropa. Siapa saja tentu akan percaya kalau bangunan
bersejarah itu dihuni oleh segerombolan makhluk halus. Pasalnya, selain
bangunan tua, sudah lama gedung berpintu sekitar 1.000 (sewu, red) ini
dibiarkan kosong dan tak berpenghuni. Membuat sawab sekitar mudah dimasuki oleh
lelembut maupun makhluk gaib dari alam maya.
Sayangnya, pemerintah setempat sekarang kurang peka
terhadap keberadaan gedung tua ini. Bangunan Lawang Sewu dianggap tak ubahnya
barang rongsok yang tidak ada gunanya. Terkesan kumuh dan kotor, bahkan kalau
malam sama sekali tidak ada penerangan di dalam gedung. Mungkin karena telantar
membuat bangunan ini bertambah angker. Seperti wingit hingga kalau malam hari
tidak ada orang yang berani lewat di depat gedung. Apalagi, sampai berani masuk
ke halaman Lawang Sewu.
Hanya Soeranto semata yang sudah bertahun-tahun
tinggal di pelataran gedung Lawang Sewu. Selama itu pula, Soeranto mengaku
sudah tidak terhitung lagi berapa kali dia mengalami kejadian-kejadian aneh
jika malam hari. Aneka rupa dan bentuk makhluk gaib menunggu gedung sudah
pernah dia pergoki. Sejauh itu, berkat pengabdian Soeranto untuk menjaga
gedung, dia tidak pernah gentar menghadapi lelembut penghuni setempat.
“Macam-macam wujud jelmaan penunggu sini (Lawang Sewu,
red) pernah saya temui. Mulai wujudnya yang seram, begis, sampai yang
lucu-lucu,” aku Soeranto. Sampai-sampai mengenai prilaku para lelembut setempat
Soeranto sangat hafal betul. Termasuk ketika akan memunculkan bentuk aslinya,
ada tanda-tanda khusus yang lebih dulu disampaikan para lelembut.
“Biasanya ada yang diawali dengan hembusan angin agak
kencang, semilir, sampai ada yang mengeluarkan bau-bauan. Ada yang bau wangi,
bau menyan, bahkan ada yang mengeluarkan bau agak busuk,” tandasnya.
Kemunculan makhluk halus ditengarai adalah arwah
tentara Belanda dan Jepang itu masing-masing punya daerah kekuasaan
sendiri-sendiri. Seperti di pintu depan paling barat, menurut Soeranto disitu
diperkirakan dikuasai oleh sosok hantu tentara Belanda. Setiap kali muncul
lelembut yang dicurigai sebagai arwah orang Belanda ini selalu mengenakan
pakaian seragam serdadu lengkap dengan senapan laras panjang. Ada yang berada
di pintu belakang paling timur. Termasuk menempati beberapa pintu kamar, dan
ruang di lantai dua.
Lain lagi di salah satu ruang paling depan yang
ditengarai dulunya menjadi pos penjagaan tentara, di sekitar tempat itu
dikuasai oleh sosok lelembut yang berwujud serdadu Jepang. Khusus makhluk gaib
yang satu ini, menurut Soeranto terlihat bengis dan kejam. Kumisnya panjang
melintang dengan ke mana-mana selalu membawa sebilah samurai panjang.
Meski berbeda wilayah kekuasaan, tidak pernah ada
kejadian keributan atau semacam pertanda adanya ontran-ontran di alam gaib
antar penunggu Lawang Sewu itu. Semua selalu tenang, dan kemunculannya pun
selalu pada tempat yang sama. Tidak berebutan. Mungkin saja karena sosok-sosok
itu sering kali muncul dan bertemu dengan Soeranto, hingga kesannya sangat
akrab.
“Cuma kalau berdialog langsung dengan mereka belum
pernah. Di samping saya sendiri tidak mengerti bahasa mereka,” aku Soeranto
kepada METEOR. Paling mendebarkan menurut Soeranto, tiap malam Jumat Kliwon
arwah-arwah setempat sering kali menampakkan wujud aslinya. Mereka
bergentayangan, bermunculan, hingga membuat suasana malam seperti ramai
orang-orang bercengkerama.
Cuma paling menakutkan lagi, adalah jeritan-jeritan
suara perempuan dari dalam gedung. Diperkirakan jeritan itu berasal dari jerit
nonik-nonik Belanda. Bahkan, setiap muncul jeritan pasti disusul suara derap
sepatu lars tentara Belanda dan Jepang. Sepertinya arwah mereka kompak, namun
suara jeritan itu diperkirakan jeritan noni Belanda yang ketakutan ketika
melihat aksi pembantaian Jepang terhadap tentara Belanda.
Konon, banyak tentara Belanda yang tewas disembelih
tentara Jepang. Sehingga suara jeritan itu kadang disusul jeritan tentara
Belanda yang kesakitan. Sementara jika mendongakkan kepala ke atas gedung,
nampak ada sebuah tondon air yang dulunya difungsikan untuk menyimpan air
bersih.
Sedangkan di sekitarnya, tepatnya di depan halaman gedung ada sebuah sumur tua yang setiap harinya selalu dikunci rapat-rapat. Bentuk sumur tersebut temboknya meninggi dari dasar tanah dan diberi atap genting warna merah. Di situlah paling sering terdengar tangisan nonik-nonik Belanda dan Jepang.
Sedangkan di sekitarnya, tepatnya di depan halaman gedung ada sebuah sumur tua yang setiap harinya selalu dikunci rapat-rapat. Bentuk sumur tersebut temboknya meninggi dari dasar tanah dan diberi atap genting warna merah. Di situlah paling sering terdengar tangisan nonik-nonik Belanda dan Jepang.
Namun, dari sekian banyaknya mahkluk halus yang
menjaga gedung lawang sewu tersebut, menurut beberapa paranormal asal Semarang
tidak akan mengganggu masyarakat apabila nekad masuk ke dalam gedung. “Dulu ada
paranormal yang menerawang penghuni sini. Katanya, jumlah mereka sekitar 50
makhluk halus,” imbuhnya.
Sejak didirikan ratusan tahun lalu, gedung spektakuler peninggalan
pemerintahan Belanda macam Lawang Sewu Semarang masih tetap menyimpan misteri.
Sudah berulang kali orang menyingkap misteri di balik kemegahan gedung
bersejarah ini. Namun, sejauh itu masih ada misteri lain yang tersisa, seiring
perjalanan umur bangunan yang semakin tua. Berikut ini wartawan METEOR
melaporkan sepenggal misteri yang tersisa dari Lawang Sewu itu.
Ibarat buah kelapa makin tua makin banyak santan yang
dibutuhkan oleh manusia. Tidak lebih ungkapan tersebut sama pula dengan
keberadaan gedung tua peninggalan Belanda macam Lawang Sewu. Makin tua umur
bangunan yang berlokasi di depan Tugu Muda, Pandanaran Semarang ini, legenda
yang menyelimuti makin banyak dipuji masyarakat. Wajar sebagai gedung
bersejarah, Lawang Sewu semakin makin dipandang sebagai gedung berharga, berkat
keantikannya.
Tak heran sampai sekarang ini, gedung yang nampaknya
kurang mendapat perhatian dari Pemkot Semarang ini, dalam percaturannya masih
menjadi rebutan antar para investor dan pengusaha baik dari dalam negeri maupun
luar negeri. Bahkan, antar pengusaha sekitar Semarang sendiri saling berebutan
untuk bisa memenangkan tender mengelola gedung kuno ini.
Menurut kabar yang tersebar pada pekembangan nantinya
gedung yang memiliki luas sekitar 0,50 hektar ini akan dijadikan hotel
berbintang lima. Kabar yang santer terdengar, anak mantan presiden Soeharto,
Bambang Triatmojo pernah berambisi membeli gedung milik negara ini untuk
disulap menjadi hotel berbintang. Hanya saja, belum sampai impiannya terlaksana,
keburu Soeharto lengser dan keinginannya itu pun sirna.
“Semenjak itu, sampai sekarang belum ada yang menawar
lagi. Bangunan ini dibiarkan kosong dan terlantar. Kami tidak tahu mau
dijadikan apa bangunan megah ini,” ujar Soeranto, 50 tahun, salah seorang
penghuni gedung Lawang Sewu kepada METEOR. Dari situ Soeranto lantas
menceritakan panjang lebar mengenai sejarah dan asal-usul berdirinya gedung
Lawang Sewu.
Memang jika ditilik dari sejarahnya gedung ini
sangatlah legendaris. Maklum sudah beberapa priode pemerintahan dan jawatan
pernah menempati gedung yang dikenal sangat angker ini. Sekilas pandangan
Soeranto menerawang, lalu menurut penuturannya, Lawang Sewu tersebut merupakan
salah satu gedung peninggalan Belanda yang diarsiteki oleh Prof Klinkkaner dan
Quendagg. Dibangun dan sekaligus berdiri sekitar tahun 1863.
Setelah itu gedung ini pada tanggal 27 Agustus 1913
ditempati oleh para tentara Belanda, hanya saja tidak berlangsung lama. Sebab,
setelah itu Belanda menyerah terhadap Jepang Baru kemudian penguasaan gedung
berlalih ke tangan pemerintahan Jepan baik secara administratif maupun secara
perekonomian selama 3,5 tahun. Sampai kemudian bangsa Indonesia melakukan
perlawanan dengan melakukan perang bersenjata melawan tentara Jepang di kawasan
Tugu Muda yang dikenal dengan sebutan 5 Jam di Semarang.
Sekitar tahun 1950, tutur Soeranto, gedung tua
tersebut ditempati oleh TNI-AD dibawah pimpinan Panglima Gatot Subroto. Dan,
paling terakhir yang menempati adalah jawatan PT Kereta Api Jawa Tengah. Bahkan,
saat itu fungsi gedung sempat dijadikan sebagai kantor wilayah Departemen
Perhubungan Jateng. Hingga akhirnya gedung Lawang sewu tersebut benar-benar
kosong mulai sekitar tahun 1996 sampai sekarang.
Ibarat orang yang sedang mati suri. Kondisi gedung Lawang
Sewu tiap harinya sepi dari kegiatan apapun. Tidak ada lagi aktivitas ramai
seperti tahun-tahun silam. Belum lagi akibat tidak pernah mendapat perhatian,
keadaan sekitar gedung menjadi kotor dan kumuh. Tembok bangunan yang gempal
mulai mengelupas catnya. Areal sekitar gedung nampak ditumbuhi semak belukar
dan ilalang.
Ketika METEOR mencoba membuka daun pintu di salah satu
kamar yang ada di dalam gedung tersebut, mendadak daun pintu terbuat dari kayu
itu rapuh dan patah lantaran ditekan ke dalam. Aneh memang, ternyata bagian
dalam gedung tersebut banyak sekali pintu-pintu yang bahannya terbuat dari kayu
jati. Kendati demikian pintu yang berjumlah sekitar seribu itu tidak lagi
mempunyai kekuatan.
Hanya masih menyimpan sebuah kenangan misteri jika
sewaktu-waktu pintu salah satu kamar Lawang Sewu dibuka. Maka akan menimbulkan
suara menderit yang khas. Suaranya menggema di tengah kesunyian bagian dalam
gedung. Seperti mengundang arwah gentayangan yang ada di dalamnya. Sementara
kalau malam hari bagian dalam gelap gulita, lantaran tidak ada satu pun lampu
penerangan yang dipasang oleh pemerintah kota Semarang sekarang.
Benar-benar Lawang Sewu tidak lagi pernah diperhatikan
pemerintah. Masih untung ada orang berjiwa patriotik yang rela menjaga dan
tinggal di dalam gedung Lawang Sewu, seperti Soeranto juga pensiunan TNI-AD
ini. Diakui Soeranto sebenarnya, tinggal di dalam Lawang Sewu sangat teduh.
Asri dan bisa mengenang kejayaan masa pemerintahan Belanda.
“Namun mungkin karena tempat ini sangat angker
sehingga tidak ada yang berani tinggal di sini. Orang akan menjadikan tempat
ini sebagai kantor atau hotel tentunya harus berpikiran yang jernih,”
ungkapnya.
(photo gedung Lawang sewu)
Negeri Paloh
Kerajaan alam gaib bernama Negeri Paloh itu
sungguh-sungguh ada dalam kenyataan sebenarnya. Sistem pemerintahannya
berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Pangeran Sandi.
Keberadaan kerajaan gaib ini kerap memunculkan fenomena mistis….
Selain panoramanya yang indah, kawasan perbatasan
antara Kalimantan Barat dan Malaysia juga menyimpan kekuatan gaib yang cukup
besar. Peristiwa-peristiwa aneh sering terjadi di beberapa tempat. Mulai dari
munculnya sebuah kota di tengah belantara, kemudian hilangnya sebuah pesawat
berikut awaknya, sampai pada penculikan beberapa orang penduduk.
Paloh sendiri adalah nama sebuah kecamatan yang
terletak di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimatan Barat. Kedudukannya sangat
strategis, karena berbatasan langsung dengan Malaysia bagian timur. Uniknya, di
Kecamatan paloh ini juga ada sebuah negeri gaib yang dikenal sebagai Negeri
Paloh.
Daerah yang sebagian besar daratannya masih berupa
hutan belantara ini telah diresmikan menjadi daerah konservasi. Beberapa tempat
rekreasi yang memiliki panorama indah dan menarik, juga telah dikelola oleh
Perhutani Provinsi Kalimantan Barat.
Tempat konservasi tersebut kerap dijadikan sebagai
tempat kegiatan pemuda, khususnya para pencinta alam. Selain alamnya yang sejuk
dan asri, keberadaan Paloh dengan pemukiman sedikit penduduknya itu, mulai
menarik perhatian banyak orang.
Dengan menggunakan jasa angkutan umum yang memakan
waktu kurang lebih delapan jam perjalanan, kita dapat tiba di perkampungan
penduduk Paloh. Dari pemukiman penduduk memerlukan waktu empat jam lagi untuk
bisa mencapai lokasi yang akan dituju dengan menelusuri anak sungai menggunakan
perahu.
Jadi total waktu yang diperlukan kurang lebih dua
belas jam lamanya. Memang perjalanan yang melelahkan. Namun bagi mereka yang
haus dengan keindahan dan tantangan, perjalanan melelahkan itu akan terasa
mengasyikan, apabila bila berkelompok.
Sampai di sana kita akan terpesona melihat bukit-bukit
berdiri kokoh diselimuti jutaan pohon yang tumbuh berbaris membentuk satu
kesatuan. Di tempat ini sering digunakan para pejalar dan mahasiswa melakukan
hiking dan praktek lapangan.
Di lain tempat, namun masih dalam kawasan konservasi,
terdapat pula hutan rawa yang tak kalah menariknya. Letaknya cukup jauh dari
pemukiman penduduk. Untuk mencapainya diperlukan waktu empat jam. Itu pun harus
menyusuri sungai dengan menyewa perahu.
Hutan yang berada tepat di tengah belantara itu sampai
sekarang belum pernah disentuh oleh penunjung, menimbang lokasinya yang jauh
dan sangat rawan. Didalamnya hidup beraneka jenis binatang buas dan berbisa.
Para penduduk juga meyakini bahwa tempat itu
diselimuti hawa mistis dan dihuni sekelompok makhluk halus yang senantiasa
muncul ke dimensi manusia dengan kejadian-kejadian anehnya.
Penampakkan yang sering disaksikan penduduk setempat
adalah hadirnya sebuah kota dengan segala aktivitasnya di tengah hutan rawa
tersebut. Peristiwa yang terjadi setiap tengah malam itu membuat penduduk yang
pernah menyaksikannya terheran-heran.
Seketika itu suasana hutan yang sunyi dan senyap,
berubah menjadi terang-benderang, gedung-gedung berdiri kokoh dihiasi cahaya
lampu berwarna-warni, suara lalu-lintas kendaraan pun tak ketinggalan ikut
meramaikan suasana.
Saking terpesonanya, ada beberapa orang dari penduduk
tertarik dan mencoba untuk mendekati kota gaib itu. Namun mereka tak pernah
kembali. Keesokan harinya, pencarian pun dilakukan.
Beberapa orang penduduk yang didampingi seorang
paranormal tak berhasil menemukan warga yang hilang. Diduga mereka yang hilang
diculik oleh makhluk halus penunggu hutan rawa itu.
Kisah mistis diatas tidak hanya bersumber dari satu
orang saja, melainkan hampir semua lapisan masyarakat membenarkannya.
Selain di hutan rawa peristiwa aneh juga pernah,
bahkan sering terjadi di beberapa tempat. Salah satunya adalah di Bukit
Melintang yang letaknya tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk. Bukit kecil
yang masih berupa hutan ini diyakini juga sebagai tempat bermukimnya makhluk
halus dan pernah mengukir sejarah.
Ya, pada sekitar tahun 70-an, terjadi peristiwa
memilukan. Pesawat milik TNI AU hilang bersama para awaknya saat terbang
melintas wilayah Paloh. Diduga pesawat tersebut menabrak Bukit Melintang. Namun
setelah dilakukan pencarian di tempat itu yang juga diteruskan menyisir titik
rawan kecelakaan, para petugas tidak menemukan mayat maupun bangkai pesawat.
Pesawat dan awaknya seperti lenyap ditelan bumi. Salah
seorang bidan kesehatan juga ikut hilang dalam peristiwa itu. Dia merupakan
teman dekat salah seorang sumber Penulis. Dikisahkan, sebelum berangkat,
terjadi ketegangan kecil di sebuah klinik kesehatan tempat si bidan bertugas.
Siang itu, Ibu Yeni (bukan nama sebenarnya) mendapat
tugas mendadak ke perbatasan. Sebenarnya bukan dirinya yang mendapat perintah
untuk berangkat, melainkan bidan lain. Berhubung yang mendapat giliran praktek
di klinik itu adalah Ibu Yeni, terpaksa dia yang harus menggantikan bidan yang
berhalangan itu.
Namun beberapa orang teman Ibu Yeni merasa keberatan
dan menyarankan agar membatalkan keberangkatannya. Terutama karena menimbang
cuaca benar-benar tidak mengizinkan. Mendung hitam diiringi kabut tebal
menghiasi cakrawala, sungguh tidak memungkinkan bagi pesawat untuk lepas
landas.
Namun bidan muda itu tetap bersikeras untuk berangkat,
meski dia juga sangat menghargai masukan dan saran dari teman-temannya. “Terima
kasih kalian sudah memperhatikan saya. Namun jangan sampai lupa, keberadaan
kita di sini karena sudah kewajiban dan tanggungjawab. Sebagai seorang tenaga
medis kita harus bisa mengambil tindakan yang bijaksana. Kebijakan yang lebih
memihak pada khalayak ramai,” tuturnya seperti yang disampaikan sumber Penulis.
Mendengar ucapan itu, orang-orang yang berada di dalam
ruang klinik menjadi lemas dan tak lagi berkata-kata. Apalagi melihat Ibu Yeni
sudah siap berangkat.
Setelah berpamitan, dia bergegas menuju bandara dan
diantar beberapa orang temanmnya. Tak banyak obrolan dalam perjalanan itu,
hanya saja sesekali Ibu Yeni melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan
tangan kanannya.
Wajahnya tampak sedikit tegang seperti dikejar
sesuatu. Selang beberapa menit mereka pun tiba di bandara. Tanpa menunggu lama,
Ibu Yeni segera melangkahkan kakinya menuju pesawat kecil yang sudah siap
berangkat.
Tak lama kemudian, pesawat beserta awaknya itupun
terbang menuju perbatasan. Tak ada yang dapat diceritakan setelah pesawat lepas
landas. Sampai pada peristiwa lenyap pesawat beserta isinya itu terjadi.
Pasca kejadian aneh itu, Ibu Yeni sering datang
menjenguk teman dekatnya termasuk juga suami dan anaknya. Menurut Yaminhudin,
S.hut, seorang pemuda asal kecamatan Paloh yang memiliki kekuatan supranatural
menembus dan berkomunikasi dengan makhluk halus penghuni Negeri Paloh mengatakan,
pesawat itu terbang melintasi jalur yang semestinya tidak dilewati, karena
merupakan titik pusat keramaian alam gaib.
Itu sebabnya, terjadi proses penarikan yang dilakukan
oleh penguasa negeri gaib. Mereka khawatir pesawat tersebut akan mencelakakan
penduduknya yang sedang beraktivitas di sana.
Korban yang hilang itu tidak mati, tetapi diambil oleh
makhluk halus. Sebelum diangkat menjadi penduduk negeri gaib, terlebih dahulu
dilakukan tawar-menawar antar korban dan penguasa Negeri Paloh.
Tawar-menawar itu memang harus dilakukan, karena
setiap manusia yang telah masuk ke dalam negeri itu tidak diizinkan kembali ke
alam nyata. Karena apabila kembali mereka akan mati.
Setelah terbentuk suatu kesepakatan, para korban harus
mengikuti ritual khusus. Agar mereka dapat diterima di tengah masyarakat dan
hidup rukun di dalamnya.
Berawal dari kecelakaan itulah, kemudian
peristiwa-peristiwa aneh beruntun mendatangi penduduk setempat. Satu demi satu,
gadis desa yang masih perawan hilang entah kemana dan diyakni diambil oleh
makhluk halus yang menguasai daerah tersebut.
Sampai-sampai para lelaki mengeluarkan larangan kepada
para wanita, isteri maupun anak-anaknya keluar rumah sendirian. Hal ini karena
dikhawatirkan akan bernasib sama dengan yang lain.
Tak hanya itu, munculnya orang-orang tak dikenal ke
pemukiman penduduk dirasa cukup meresahkan. Apalagi tidak diketahui dari mana
mereka berasal. Seperti dalam suatu resepsi perkawinan yang diadakan oleh
seorang warga, kebiasaan penduduk setempat apabila melangsungkan acara
penikahan tidak perlu sibuk memikirkan biaya pesta, karena para tetangga akan
datang memberikan sumbangan berupa lauk pauk dan uang, serta segala macam yang
diperlukan.
Usut punya usut, ternyata beberapa undangan yang hadir
dalam pesta itu bukanlah penduduk setempat. Namun warga mencoba untuk tetap
waspada, khawatir kalau mereka berniat jahat. Setelah pesta usai, orang-orang
itu bergegas pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Beberapa orang warga mencoba mengejar mereka, namun
tak seorang pun menemukan jejaknya. Setelah kembali dari pengejaran, salah
seorang warga menemukan sebuah tas berwarna hitam dan segera memeriksanya. Di
dalam tas itu ditemukan banyak sekali barang-barang aneh seperti keris,
potongan rambut, kupasan kulit binatang, dan segala macam benda yang tidak
lazim lainnya. Konon, orang-orang aneh itu sengaja meninggalkan tasnya sebagai
hadiah pernikahan.
Sampai detik ini kejadian semacam itu masih sering
terjadi. Namun warga sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa. Malahan ada
beberapa orang dari warga yang menikah dengan orang tak dikenal itu, yang
sesungguhnya tak lain adalah makhluk halus penghuni Negeri Gaib Paloh.
Yaminhudin, S.hut. juga menjelaskan tentang tata cara
kehidupan mereka, makhluk halus Negeri Paloh. Konon, kehidupan mereka sama
seperti manusia dan sangat menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Menurut
pantauan batin Yaminhudin yang langsung berkomunikasi dengan makhluk halus
penghuni negeri gaib tersebut mengatakan, perkembangan penduduk yang tinggal di
negeri itu sangat pesat.
Sistem pemerintahannya berbentuk kerajaan yang
dipimpin oleh seorang raja bernama Pangeran Sandi. Sang Raja memimpin dengan
arif dan bijaksana. Kebutuhan rakyatnya selalu tercukupi. Hal ini terjadi
karena Negeri Paloh memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah.
Tanahnya yang subur ditumbuhi berbagai macam sayuran
dan buah-buahan. Kemajuan dan kecanggihan teknologi juga tak luput dari sumber
daya manusianya. Sangatlah wajar bila beberapa orang penduduk di sekitar hutan
pernah menyaksikan sebuah kota muncul di tengah hutan belantara. Karena memang
penduduk Negeri Paloh sudah mampu menciptakan teknologi mutahir dan kota besar
yang pernah muncul itulah buktinya.
Perihal penculikan yang sering dilakukan makhluk halus
pada manusia, Yaminhudin, S.hut. juga menjelaskan mereka yang diculik oleh
makhluk halus penghuni Negeri Paloh tidak untuk disakiti, namun karena
dilandasi rasa sukanya terhadap manusia dan selanjutnya mereka akan
mengawininya.
Banyak orang yang ingin masuk ke dalam negeri
tersebut, namun tidak semudah itu. Mereka harus memiliki kemampuan supranatural
dan berhati bersih. Karena apabila hati seseorang itu jahat, dikhawatirkan akan
membahayakan kehidupan di alam tak kasat mata itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar