Temuan Baru Menantang Teori Pembentukan
Bulan
CHICAGO,— Astronom telah lama mempercayai
bahwa Bulan terbentuk ketika benda angkasa sebesar Mars menghantam Bumi 4,5
miliar tahun yang lalu.
"Menurut model yang berlaku tersebut, kira-kira setengah material yang membentuk Bulan berasal dari benda sebesar Mars yang menumbuk," kata Junjun Zhang, pakar geokimia isotop dari University of Chicago.
Namun, berdasarkan temuan terbaru Zhang yang dilakukan dengan menganalisis isotop titanium, material pembentuk Bulan, hanya didominasi oleh material yang ada di Bumi.
"Bulan memiliki komposisi titanium yang identik dengan Bumi," kata Zhang
"Menurut model yang berlaku tersebut, kira-kira setengah material yang membentuk Bulan berasal dari benda sebesar Mars yang menumbuk," kata Junjun Zhang, pakar geokimia isotop dari University of Chicago.
Namun, berdasarkan temuan terbaru Zhang yang dilakukan dengan menganalisis isotop titanium, material pembentuk Bulan, hanya didominasi oleh material yang ada di Bumi.
"Bulan memiliki komposisi titanium yang identik dengan Bumi," kata Zhang
Untuk
mendapatkan hasil tersebut, Zhang dan rekannya menganalisis sampel batuan Bulan
yang diambil dalam misi Apollo pada tahun 1960-an dan 1970-an. Peneliti
membandingkan sampel rasio isotop titanium di batuan Bulan dan Bumi.
Studi juga menemukan bahwa meteorit memiliki rentang isotop titanium yang lebih luas.
"Hal itu menunjukkan pada kita bahwa benda angkasa yang menghantam Bumi sepertinya tidak memiliki komposisi yang sama dengan Bumi," ungkap Zhang.
"Dengan demikian, model tumbukan besar yang berlaku sekarang mungkin perlu dikaji ulang," tambah Zhang.
Studi Zhang yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience pada 25 Maret 2012 lalu memang belum bisa menguraikan sejarah pembentukan Bulan dengan pasti. Walau demikian, kata Zhang, studi menunjukkan bahwa homogenitas isotop titanium berperan penting dalam evolusi Bulan dan Bumi.
Studi juga menemukan bahwa meteorit memiliki rentang isotop titanium yang lebih luas.
"Hal itu menunjukkan pada kita bahwa benda angkasa yang menghantam Bumi sepertinya tidak memiliki komposisi yang sama dengan Bumi," ungkap Zhang.
"Dengan demikian, model tumbukan besar yang berlaku sekarang mungkin perlu dikaji ulang," tambah Zhang.
Studi Zhang yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience pada 25 Maret 2012 lalu memang belum bisa menguraikan sejarah pembentukan Bulan dengan pasti. Walau demikian, kata Zhang, studi menunjukkan bahwa homogenitas isotop titanium berperan penting dalam evolusi Bulan dan Bumi.
Waspada, Gejala
Terselubung Serangan Stres

SERANGAN stres dapat menyerang siapa saja
tanpa terkecuali. Waspadai gejalanya sebelum Anda menjadi korbannya.
Menghindari stres adalah salah satu kiat menjaga kesehatan. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari serangan stres yang bermukim di tubuhnya. Mengetahui beberapa gejala terselubung dari serangan stres merupakan langkah efektif untuk mengatasinya sebelum stres akut menyerang Anda.
Biasanya, gejala tubuh yang tak segar, sering emosi dan sering lupa terhadap berbagai hal penting merupakan tanda-tanda stres yang kadang tak disadari. Atasi sesegera mungkin agar stres tak membawa Anda pada berbagai penyakit. tanda-tanda stres seperti dilansir Healthmeup.
Bibir kering dan cenderung bau mulut
Mulut kering biasa disebabkan adanya penurunan aliran saliva dalam mulut. Hal ini juga dapat menyebabkan nafas menjadi bau dan permasalahan pada gigi. Perbanyaklah minum air putih, konsumsi buah-buahan segar, sikat gigi secara teratur dan gunakan obat kumur.
Nyeri Otot
Ketika Anda stres, tanpa disadari otot-otot akan berkontraksi dan tegang. Otot punggung sangat rentan terhadap hal ini, dan biasanya di punggung bawah akan menjadi kejang. Anda dapat meringankan rasa sakit otot dengan melakukan beberapa squats, menyandarkan lengan Anda pada lutut. Tahan selama sepuluh detik.
Sering pusing
Terlalu banyak menunduk akibat mengetik, terlalu banyak menghimpit gagang telepon di pundak atau terlalu sering mengemudi di antara kemacetan jalan raya, menyebabkan otot-otot di leher, pundak dan punggung menjadi tegang, kaku dan berujung pada serangan sakit kepala. Sampai 80 persen penelitian mencatat sakit kepala dimulai dari hal-hal tersebut.
Untuk menjaga kebugaran agar dapat lebih stabil. Rutinlah pijat refleksi di seluruh badan untuk menghilangkan kekakuan pada otot-otot di badan setiap 10 hari sekali atau mandi air hangat untuk meredakan tegang di otot pundak dan kepala. Pasangkan juga aromaterapi di kamar mandi agar dapat lebih rileks.
Sering buang gas
Saat Anda lebih sering buang gas, bisa jadi itu tidak hanya masuk angin biasa akibat terlalu lelah, itu juga merupakan tanda Anda mengalami stres. Stres dan cemas berlebih juga berefek mual, mulas dan juga kram pada perut. Ganti softdrink atau kopi Anda dengan minuman herbal seperti jahe hangat agar dapat lebih membantu otot-otot berelaksasi dan menghangatkan badan
Menghindari stres adalah salah satu kiat menjaga kesehatan. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari serangan stres yang bermukim di tubuhnya. Mengetahui beberapa gejala terselubung dari serangan stres merupakan langkah efektif untuk mengatasinya sebelum stres akut menyerang Anda.
Biasanya, gejala tubuh yang tak segar, sering emosi dan sering lupa terhadap berbagai hal penting merupakan tanda-tanda stres yang kadang tak disadari. Atasi sesegera mungkin agar stres tak membawa Anda pada berbagai penyakit. tanda-tanda stres seperti dilansir Healthmeup.
Bibir kering dan cenderung bau mulut
Mulut kering biasa disebabkan adanya penurunan aliran saliva dalam mulut. Hal ini juga dapat menyebabkan nafas menjadi bau dan permasalahan pada gigi. Perbanyaklah minum air putih, konsumsi buah-buahan segar, sikat gigi secara teratur dan gunakan obat kumur.
Nyeri Otot
Ketika Anda stres, tanpa disadari otot-otot akan berkontraksi dan tegang. Otot punggung sangat rentan terhadap hal ini, dan biasanya di punggung bawah akan menjadi kejang. Anda dapat meringankan rasa sakit otot dengan melakukan beberapa squats, menyandarkan lengan Anda pada lutut. Tahan selama sepuluh detik.
Sering pusing
Terlalu banyak menunduk akibat mengetik, terlalu banyak menghimpit gagang telepon di pundak atau terlalu sering mengemudi di antara kemacetan jalan raya, menyebabkan otot-otot di leher, pundak dan punggung menjadi tegang, kaku dan berujung pada serangan sakit kepala. Sampai 80 persen penelitian mencatat sakit kepala dimulai dari hal-hal tersebut.
Untuk menjaga kebugaran agar dapat lebih stabil. Rutinlah pijat refleksi di seluruh badan untuk menghilangkan kekakuan pada otot-otot di badan setiap 10 hari sekali atau mandi air hangat untuk meredakan tegang di otot pundak dan kepala. Pasangkan juga aromaterapi di kamar mandi agar dapat lebih rileks.
Sering buang gas
Saat Anda lebih sering buang gas, bisa jadi itu tidak hanya masuk angin biasa akibat terlalu lelah, itu juga merupakan tanda Anda mengalami stres. Stres dan cemas berlebih juga berefek mual, mulas dan juga kram pada perut. Ganti softdrink atau kopi Anda dengan minuman herbal seperti jahe hangat agar dapat lebih membantu otot-otot berelaksasi dan menghangatkan badan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar