Minggu, 15 April 2012

" SNAPSHOT " Reska 15 Aril 2012



PARIWISATA

Menjelajahi Romantisme Bengkulu
KOMPAS.com - Libur di akhir pekan tidak melulu dapat dihabiskan di daerah sekitar rumah anda. Anda juga bisa loncat ke pulau lain, seperti yang saya lakukan. Saya memilih untuk terbang menuju salah satu provinsi yang memiliki sejarah dan menyimpan aura romantisme, yaitu Bengkulu.
Hanya menempuh penerbangan selama kurang lebih 50 menit dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Fatmawati Soekarno, saya pun akhirnya menjejakkan kaki saya di Bumi Raflesia, Bengkulu. Provinsi yang berada di pinggir Pulau Sumatera ini ternyata menyimpan cerita tersendiri tentang Indonesia.
Sesampainya saya di Bengkulu pada hari Jumat, saya langsung tancap gas untuk check-in terlebih dahulu di Hotel Santika. Hotel Santika adalah hotel yang baru saja dibuka sekitar bulan Desember 2011 lalu dan mengambil konsep MICE (Meeitng, Incentive, Conference, and Exhibition). Setelah menaruh barang-barang saya yang lumayan banyak, saya langsung saja meluncur ke salah satu icon kota Bengkulu, yaitu Benteng Marlborough.
Jarak dari Hotel Santika menuju Benteng Marlborough tidaklah jauh, hanya sekitar kurang lebih 15 menit. Jejak-jejak kekuasaan kolonialisme Inggris terasa sangat jelas kala saya menyusuri jalan kota Bengkulu menuju Benteng. Ada satu monumen yang menarik mata saya, yaitu Monumen Thomas Parr. Monumen ini merupakan salah satu monumen yang menandakan perjuangan rakyat Bengkulu melawan penjajahan. Jika diperhatikan dari mobil, Monumen Thomas Parr ini untik karena tiang-tiangnya bergaya Corinthians, sementara atapnya berbentuk kubah, seperti kubah masjid.
Sesampainya di Benteng Marlborough, saya disambut oleh pintu gerbang kokoh yang ternyata terbuat dari kayu. Sekilas memang pintu yang menjaga bangunan ini terlihat seperti baja, namun setelah dicermati, kayu yang menjadi bahan dasarnya. Di kanan-kiri Benteng setinggi 8.5 meter dengan luas komplek 44.100 meter persegi ini saya melihat adanya batu-batu nisan yang bertuliskan nama-nama pemerintah Inggris yang pernah berkuasa.
Agak masuk ke dalam, di sisi kanan terdapat tiga makam mantan petinggi kolonial Inggris pun terpampang di sudut. Makam yang pertama adalah makam Thomas Parr, makam kedua adalah milik Charles Murray, sedangkan makam ketiga tidak diketahui pemiliknya. Masuk lebih dalam, saya berjalan masuk melewati jembatan dan memasuki gerbang kedua Benteng Marlborough.
Di kanan lorong masuk gerbang kedua Benteng Marlborough saya melihat teralis-teralis besi yang merupakan bekas sel penahanan. Memasuki halaman benteng, terdapat banyak meriam-meriam kuno yang dimanfaatkan wisatawan untuk duduk-duduk santai.
Ehm, ternyata di sore hari,benteng ini ramai sekali oleh wisatawan yang sekadar makan-makan dan bercengkrama dengan keluarga ataupun mereka yang asyik mengabadikannya ke dalam foto. Tenang saja, bagi Anda yang terlupa membawa kamera, Anda bisa meng-hire tukang foto yang berkeliling di benteng. Kali ini saya memilih Pak Eddy untuk mengabadikan perjalanan saya di benteng ini. Hanya dengan membayar Rp 20.000 foto cantik pun sudah bisa Anda miliki dengan sekejap. Puas berfoto ria, saya pun memandang sekeliling benteng dari atas, wah ternyata tak jauh dari benteng ini terdapat Pantai Panjang yang sangat menggoda.
Tak lama, saya pun memutuskan untuk melanjutkan me time saya di Bengkulu dengan pergi ke Pantai Panjang. Di pantai ini anda diberi pilihan yang cukup unik untuk berjalan-jalan menyusuri pantai, mulai dari andong, ojek motor, sampai ke sewa gajah. Awalnya saya mau mencoba untuk menyewa gajah, namun ternyata saya kurang beruntung, akhirnya saya memilih andong kuda saja untuk menyusuri pantai. Cukup membayar uang Rp 10.000 saya puas menyusuri Pantai Panjang.
Lelah menyusuri pantai dengan andong, saya pun lari menuju pasir pantai dan menemui banyak orang yang sedang menikmati riak ombak, bermain bola, bermain sepeda, dan juga bermain laying-layang. Aneka cemilan juga bisa anda temui jika perut anda perlu diisi. Ada satu cemilan yang menarik nafsu makan saya, yaitu kepiting goring. Saya pun langsung memanggil ibu penjaja cemilan kepiting goring dan ternyata murah sekali harganya, Rp 10.000 bisa mendapatkan 1 buah. Sambil menyantap kepiting goring, matahari berpendar indah di cakrawala memberi warna oranye pada alam.
Keesokan harinya, Sabtu pagi di Kota Bengkulu, saya merasa bersemangat untuk menggali lagi wisata-wisata yang ada di kota ini. Saya mulai petualangan saya hari ini dengan mengunjungi replika rumah Ibu Fatmawati Soekarno yang merupakan first lady pertama Indonesia. Terletak di Jalan Fatmawati nomor 10, rumah ini menyimpan barang-barang peninggalan Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit bekas menjahit bendera merah putih. Selain mesin jahit, bangunan rumah panggung kayu ini juga menyimpan banyak perabotan peninggalan Ibu Fatmawati, seperti tempat tidur, meja rias, kebaya, dan juga foto-foto.
Sekitar 600 meter dari Rumah Ibu Fatmawati saya berjalan menuju bekas rumah tempat pengasingan Bung Karno. Sebelum dijadikan tempat pengasingan Bung Karno pada tahun 1938-1942, bangunan seluas 4 hektar ini dulunya adalah rumah pribadi milik saudagar Tionghoa bernama Tang Eng Cian. Rumah ini sekarang hanya difungsikan sebagai tempat wisata sekaligus tempat pemeliharaan buku-buku koleksi Bung Karno. Di sini terdapat ratusan judul buku asli yang pernah dibaca Bung Karno, mulai dari politik, agama, sampai kesenian. Di rumah ini juga terpajang sepeda tua Bung Karno serta kumpulan kostum bekas teater Monte Carlo yang digubah Bung Karno.
Puas berwisata sejarah, saya ingin relaksasi sejenak. Di Kabupaten Rejang Lebong sekitar 3 jam perjalanan dari kota Bengkulu, tepatnya di Curug terdapat pemandian air panas bernama Suban Air Panas. Tempat ini lumayan unik, karena dikelilingi oleh tebing-tebing yang tinggi serta ada dua air terjun yang bisa dinikmati. Selain itu, obyek wisata ini juga menyimpan kisah gaib yaitu Batu Menangis. Konon, zaman dahulu, Putri Slongka menangis di batu ini mengenai nasib perjodohannya. Dulu batu ini selalu digenangi air, namun sejak tahun 1996 secara ajaib air yang selalu menggenangi batu ini lenyap begitu saja.
Puas berbincang dengan Pak Surya Johan mengenai Batu Menangis, saya berganti baju dan mulai berendam di kolam air panas, wuih segar. Setelah segar berendam, saya pun kembali ke tempat saya menginap, Hotel Santika di Kota Bengkulu. Sesampainya di hotel, saya berbelok ke Serunai Restaurant untuk bersantap malam sambil mendengarkan live music yang digelar setiap hari sabtu. Saya memesan menu andalannya yaitu Sop Buntut.
Hari Minggu yang merupakan hari terakhir saya di Bengkulu saya habiskan untuk mengeksploarasi tempat saya menginap, yaitu Hotel Santika. Bangunan 6 lantai yang terletak di kawasan Sawah Lebar ini baru dibuka sekitar bulan November 2011 lalu, namun sudah menjadi salah satu pilihan utama wisatawan. Banyak fasilitas yang ditawarkan oleh Hotel Santika ini, dari mulai ruang meeting, restoran, gym center, sampai ke kolam renang. Kamar-kamar yang disediakan juga sangat nyaman dengan dilengkapi LCD TV, AC, air panas, dan WiFi I setiap kamar.
Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke suatu daerah namun tidak membawa buah tangan. Di kota Bengkulu terdapat kawasan penjualan oleh-oleh di daerah Simpang Lima tepatnya di kawasana penurunan. Banyak ragam cindera mata yang bisa anda bungkus untuk dibawa pulang. Saya memilih toko Cita Rasa untuk tempat saya menghabiskan uang membeli oleh-oleh. Beragam makanan seperti perut punai, Lempuk, Kue Tart Bengkulu tersedia di sini. Saya sendiri sampai kalap membeli makanan untuk cemilan di rumah dan juga batik basurek. Batik Basurek adalah kain khas Bengkulu. Harganya cukup murah, ada yang Rp 50.000 per meter, ada juga yang Rp 100.000 per meter.
Sudah banyak oleh-oleh di tangan saya. Sebelum penerbangan pulang, saya menyempatkan diri saya untuk mengunjungi Danau Dendam Tak Sudah. Namanya memang seram, namun pemandangan dan suasana di sekitar Danau sangat memukau mata saya. Di sekitar danau ini terdapat gazebo-gazebo bamboo tempat kita duduk menikmati pemandangan danau sambil menyeruput air kelapa muda dan jagung bakar yang dijajakan di susuran danau ini. Menjelang sore, banyak warga yang menikmati danau ini bersama saya. Wuih, nikmat sekali.
Melongok ke Museum Penuh Senapan sampai Panser

Dua Kali 'Mencicipi' Tsunami, Pangandaran Tetap Primadona


PANGANDARAN merupakan salah satu objek wisata yang menjadi saksi keganasan tsunami. Dua kali dihantam tsunami, Pangandaran tidak lantas dihindari wisatawan lokal maupun asing.

Pangandaran adalah sebuah kota kecil di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pangandaran terletak di garis pantai selatan Pulau Jawa. Keunggulan utama Pangandaran adalah pantainya yang indah, sebut saja Pantai Pasir Putih Pangandaran, Pantai Batu Hiu, dan Batu Karas.

Pantai Pangandaran merupakan pantai yang istimewa karena di pantai ini Anda dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama. Pantainya jernih dan ombaknya landai sehingga aman bagi wisatawan untuk berenang. Bagi para wisatawan yang tidak ingin berenang, dapat bersantai di pasirnya yang putih bersih. Di perairannya juga ada taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Hantaman pertama di 2006

Namun pada 17 Juli 2006, sebelah selatan Pangandaran mengalami gempa. Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi dan Geofisika atau PGN BMG menyatakan gempa bumi yang terjadi di kawasan pantai Pangandaran tersebut terjadi pada pukul 15.19 berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR). Pusat gempa tepatnya berada di sebelah selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 150 km, dan merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indo-Australia dan Eurasia pada kedalaman kurang dari 30 km, seperti dikutip dari situs bencana-kesehatan milik Divisi Manajemen Bencana PMPK FK UGM.

Gempa bumi juga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang menerjang pantai selatan Jawa Barat, seperti Cilauteureun, Kab. Garut, Cipatujah, Kab. Tasikmalaya, Pangandaran, Kabupaten Ciamis, pantai selatan Cianjur dan Sukabumi. Bahkan, gelombang tsunami juga menerjang Pantai Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah, serta pantai selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Gempa yang diiringi tsunami ini menelan korban ratusan jiwa, ratusan lainnya mengalami cedera, dan puluhan jiwa dinyatakan hilang.  Ratusan rumah mulai dari sepanjang Pantai Krapyak, Kalipucang, Parigi, Cipatujah, dan Kabupaten Tasikmalaya hancur. Demikian pula, hotel-hotel di sepanjang objek wisata pantai barat Pangandaran.

Diterjang gempa kedua


Beberapa hari yang lalu, gempa kembali mengguncang Pangandaran. Gempa ini berkekuatan sekitar 4,7 SR dan terjadi di laut selatan Tasikmalaya dengan kedalaman 59 km dibawah permukaan air laut. Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena tidak berada dibawah 30 km atau gempa dalam.

Sejauh ini tidak ada kerusakan yang terjadi di Pangandaran dan sekitarnya, hanya beberapa warga mengaku kaget dengan adanya gempa tersebut, demikian seperti dilansir situs Mypangandaran.

Tetap menjadi surga di ujung Jawa

Meski Pangandaran pernah mencicipi terjangan tsunami Aceh dan beberapa daerah di Indonesia, tidak menjadi alasan para pengunjung berlama-lama trauma dengan kejadian itu. Mereka hanya memerlukan beberapa waktu untuk kembali akrab dengan tempat wisata kesayangannya. Tak hanya wisatawan lokal dari mancanegara, penduduk yang mencari nafkah di laut inipun tak berlama-lama trauma dengan kejadian yang mereka yakini sebagai musibah.

Untuk mencapai tempat itu, Anda harus menggunakan perahu nelayan yang sengaja di alihfungsikan pada siang hari untuk sarana penyewaan para pengunjung.

Untuk menuju Pangandaran dari Jakarta, Anda dapat berangkat dari terminal Kampung Rambutan. Kemudian, ganti bis di Sukabumi atau Banjar yang langsung menuju Pangandaran. Lama perjalanannya kira-kira 9-12 jam.

"Prangko Pertama" Dunia Dipamerkan di Bandung

BANDUNG, KOMPAS.com Museum Pos Indonesia di Kota Bandung mengoleksi lebih dari 200.000 prangko, termasuk prangko pertama di dunia bergambar "The Penny Black" yang terbit di Inggris tahun 1840.
Museum yang berada tidak jauh dari Museum Geologi Bandung itu juga memamerkan prangko yang pertama kali terbit di Indonesia, sebuah prangko bergambar Raja William yang terbit tahun 1864.
Selain prangko, juga ada koleksi lain berupa peralatan pos, seperti timbangan surat, kotak bus surat, pakaian seragam pengatar pos, dan cap pos, kata Staf Rumah Tangga Museum Pos Indonesia Bandung Dwi Sri di Bandung, Jumat (13/4/2012).
Ia menambahkan, setiap hari museum yang dibangun tahun 1931 dengan nama awal Museum Pos Telepon Telegraf itu dikunjungi sekitar 100 orang.
"Wisatawan asing yang paling banyak berkunjung berasal Jepang dan Belanda, rata-rata tertarik dengan koleksi prangko dan peralatan pos kuno mulai dari zaman pendudukan Belanda maupun Jepang," katanya.

Meriam Raksasa Dijadikan Monumen

BENGKULU, KOMPAS.com--Sebuah meriam raksasa peninggalan kolonial Jepang di Kabupaten Bengkulu Selatan akan dijadikan monumen. Sekarang meriam raksasa itu dipasang di atas tugu pada bundaran di depan kantor bupati Bengkulu Selatan dan mengarahkan moncongnya ke laut samudra, kata Humas Pemda kabupaten Bengkulu Selatan, Lisman Hawardi di Bengkulu, Jumat.

Ia menjelaskan, meriam Honisoit itu buatan Inggris dan dibawa Jepang dari wilayah Sumsel menuju Manna lewat Pagar Alam pada tahun 1942 untuk mempertahankan Kota Manna dari ancaman musuh.

Meriam honisoit itu berkaliber 19.o1 berat 2,2 ton dengan nama laras B.L.O. In-Vire. Sekarang kondisinya masih utuh. Pembuatan monumen itu disepakati Dinas Purbakala Jambi dan Pemda Bengkulu Selatan.

Awalnya meriam raksasa itu berada di belakang kantor DPRD Bengkulu Selatan. Sejak beberapa tahun lalu, yaitu era Komandan Korem 041 Garuda Emas Bengkulu Kol Inf Sutan Lubis bersama Kodim 0408 Bengkulu Selatan memanfaatkan meriam untuk monumen.

Bersama pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dibangun sebuah tugu di bundaran depan kantor bupati dalam wilayah perkantoran Padang Kempas. Hingga kini menjadi kebanggaan bagi Bengkulu Selatan.

Seorang tokoh masyarakat Bengkulu, Hamdi mengatakan, keberadaan meriam itu selama ini nyaris menjadi besi bekas dan sudah dipenuhi karat. Namun kepedulian Korem Bengkulu dan Kodim Bengkulu Selatan akhirnya menjadi benda bersejarah bagi daerah itu.

Meriam itu sempat akan dijadikan besi bekas oleh pemulung, namun karena sangat keras dan cukup berat akhirnya dibiarkan berkarat di belakang kantor DPRD Bengkulu Selatan, ujarnya.

12 Jam Wisata Sejarah di Jakarta

KOMPAS.com – Tahukah Anda ada lebih dari 130 bangunan cagar budaya di Jakarta? Tak akan cukup waktu seharian untuk bisa menjelajahi dan menelisik bangunan-bangunan tersebut.
Beruntunglah jika Anda tinggal di Jakarta, kota yang kaya akan sejarah dan dipenuhi bangunan-bangunan tua penuh nilai historis. Sayangnya, banyak bangunan cagar budaya tidak mendapatkan perhatian.
Tak sedikit bangunan-bangunan tersebut tampak tak terawat. Coba saja tengok kawasan Kota Tua Jakarta, kotor dan bau pesing sudah menjadi hal lumrah. Beberapa bangunan, terutama yang tak masuk kategori cagar budaya, perlahan-lahan hancur.
Walau begitu, banyak pula bangunan cagar budaya yang masih menampilkan kecantikan arsitektur seperti di masa kejayaannya. Wisata sejarah di kota Jakarta tak selalu tentang area Taman Fatahillah. Mari menjelajahi kekayaan sejarah Batavia dalam 12 jam.
Pagi hari. Mulailah dengan mengunjungi Rumah Si Pitung di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Rumah tersebut dimiliki oleh H. Syafiuddi, seorang pengusaha kaya. Lalu mengapa disebut sebagai rumah Si Pitung?
Si Pitung sendiri dianggap jagoan penentang kolonial Belanda. Ia dipandang sebagai “Robin Hood” dari Betawi. Nah, kabar yang beredar rumah  H Syafiuddi pernah dirampok oleh Si Pitung. Namun, beberapa sumber sejarah menyebutkan kabar tersebut sengaja diembuskan untuk mengelabui kompeni alias kolonial Belanda.
Konon, Si Pitung sebenarnya bersembunyi di rumah tersebut. Aneka misterius dari sosok Si Pitung bisa Anda ketahui di rumah ini. Bentuk rumah panggung dari kayu tersebut juga memiliki kisah tersendiri. Tanyakan aneka kisah menarik di balik rumah tersebut pada penjaga.
Siang hari. Kelar menjelajahi Rumah Si Pitung, lanjutkan jelajah Anda ke Menara Syahbandar. Biasanya penggemar fotografi langsung mengarahkan perjalanan ke kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa dan melewatkan Menara Syahbandar.
Padahal, menara tersebut pun begitu memesona.Dari kejauhan, bangunan tersebut pun tampak menarik. Apalagi jika diperhatikan seksama menara itu tampak miring, seperti Menara Pisa di Italia saja.
Dahulu, di sinilah titik nol kilometer Jakarta, sebelum akhirnya dipindahkan ke Monumen Nasional (Monas). Jangan hanya berfoto-foto dengan latar belakang menara, tetapi naiklah sampai ke atas menara dan layangkan pandangan ke arah Pelabuhan Sunda Kelapa.
Rasakan sensasi kilas balik seperti di masa kolonial Belanda. Ya, fungsi awal menara tersebut memang merupakan menara pengawas keluar masuknya kapal. Bangunan terdiri atas tiga lantai.
Lanjutkan perjalanan ke Galangan VOC. Bangunan tersebut tampak megah dari  luar. Apalagi logo VOC yang terlihat menyolok. Nah, saatnya makan siang di bangunan peninggalan kolonial Belanda. Galangan VOC memang telah dialihfungsikan menjadi restoran.
Awalnya, Galangan VOC dibangun sebagai galangan untuk kapal kecil. Bangunan ini juga pernah menjadi  tempat penggilingan kopi. Bisa dibayangkan di masa kejayaannya sebagai tempat memperbaiki kapal, pastilah Galangan VOC begitu sibuk.
Sore hari. Lanjutkan perjalanan ke arah selatan yaitu ke Jembatan Gantung Kota Intan. Jembatan ini memang sudah tak berfungsi lagi. Di malam hari, jembatan ini malah jadi tempat nongkrong atau pacaran anak-anak muda.
Saat matahari tak terlalu panas, paling pas mampir ke jembatan ini pada sore hari. Apalagi saat matahari mulai turun dan memberikan warna semburat jingga pada langit. Saat cocok dengan nuansa jembatan yang berwarna merah bata.
Dahulu jembatan ini dapat diangkat dan diturunkan secara mekanis bila ada kapal yang melintas. Jembatan yang terbuat dari kayu itu dari kejauhan memang tampak gagak. Namun, besi-besi sudah begitu berkarat dan di beberapa bagian kayu sudah lapuk.
Mampir ke jembatan, Anda boleh saja berjalan hingga ke tengah jembatan. Tetapi, tetaplah berhati-hati. Lalu layangkan pandangan ke arah kali di bawahnya. Dulu, para noni Belanda menyeberangi kali dengan perahu-perahu.
Di bawah Jembatan Intan tersebut konon tersimpan banyak barang-barang peninggalan VOC maupun kolonial sebelumnya. Meriam Si Jagur juga disebut-sebut ditemukan di dasar kali tersebut.
Lanjutkan perjalanan ke Jalan Gajah Mada dan Anda akan menemukan pemandangan yang aneh. Diapit gedung-gedung tinggi nan modern, sebuah bangunan sederhana dengan arsitektur China masih berdiri kokoh. Seakan menentang arus zaman dan tak lekang oleh waktu.
Ya, bangunan tersebut adalah Gedung Candranaya. Bangunan ini dibangun di awal abad ke-19 oleh Khouw Tian Sek. Paling menonjol dari gedung ini adalah arsitekturnya yang merupakan perpaduan antara Tionghoa dan Belanda.
Malam hari. Akhiri perjalanan dengan mampir ke Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Jika waktunya pas, Anda bisa menonton aneka pertunjukan kesenian di Gedung ini. Biasanya, pertunjukkan akan dimulai antara pukul tujuh atau delapan malam.
Anda bisa melihat pentas teater sampai sendratari di gedung ini. Jangan lupa sebelum menonton pertunjukan, telusuri area tunggu di kanan dan kiri ruang pertunjukan. Di dinding terdapat foto-foto yang menampilkan perjalanan GKJ dari masa ke masa.
Jika ini pertama kalinya Anda menonton pertunjukan di GKJ, bersiaplah terpesona dengan area ruang pertunjukkan. Kursi-kursi merah berjejer rapi. Bagian panggung yang luas dan tinggi. Lalu pilar-pilar tinggi nan megah. Sepintas pengunjung terasa terlempar ke masa kolonial Belanda, ketika tuan-tuan dan nyonya-nyonya Belanda berkumpul dan menonton pertunjukan.
Sejak dulu, fungsi gedung ini selalu tetap yaitu sebagai gedung pertunjukan. Walaupun di masa Jepang sempat menjadi markas tentara, namun pada akhirnya kembali menjadi gedung pertunjukkan. 

Bercengkerama dengan Kera Wendit
BINGUNG mengisi liburan panjang akhir pekan nanti? Bagi Anda warga sekitar Malang Raya, Jawa Timur, tidak ada salahnya bila mengunjungi Wisata Wendit. Selain tidak jauh dari kota, pengunjung juga bisa memberi makan ratusan kera yang hidup liar.

Wisata pemandian alami Wendit terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hanya dengan harga tiket Rp5 ribu untuk anak-anak dan Rp10 ribu untuk dewasa, wisatawan bisa menikmati berbagai fasilitas, seperti fasilitas kolam renang air alami internasional, water boom, fasilitas sepeda air, dan berbagai fasilitas outbond lainnya.

Dewi Ratnasari, salah seorang pengunjung asal Surabaya, tetap antusias mengajak kedua buah hatinya untuk berlibur ke Wisata Wendit meski sudah tiga kali berkunjung. Pasalnya, di sini pengunjung tidak hanya bisa bermain air, namun juga bisa memberi makan satwa kera liar yang tidak dijumpai di tempat wisata lain.

Menurut Pengelola Wisata Wendit, Suyono Bendot, pengunjung yang datang diharap tidak takut saat melihat gerombolan kera berkelahi. Pasalnya, terdapat sekira 300 kera yang terbagi menjadi tiga kelompok sehingga sering terjadi perebutan kekuasaan.

"Pengunjung yang datang diharap tidak menenteng tas plastik karena kera-kera ini terkadang menarik tas plastik, yang dikira berisi makanan," sarannya, ketika ditemui di Wendit, Malang, baru-baru ini.

Tertarik mengunjungi? Yuk, ajak anggota keluarga berwisata akhir pekan ini.

KULINER

Tertarik White Tea atau Green Tea?

KOMPAS.com - Teh memang sangat mendunia, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh negara Asia mempunyai teh dengan ciri khas masing-masing. Begitu pula dengan Eropa yang juga menggemari minum teh. Cara penyeduhan tehnya pun punya keunikan tersendiri. Coba saja anda mampir ke Teh 63, dan lihat cara mereka menyeduh teh, cukup inspiring, membuat saya seering mengikuti cara mereka dalam menyeduh teh.
Di keluarga saya, minum teh menjadi sebuah kebiasaan. Sampai sekarang pun nenek saya kalau makan, minumnya harus teh pakai es. Sedangkan ibu saya lebih menyukai teh oolong. Suami saya menyukai teh hijau. Jenisnya memang sangat beragam, seperti pada saat kami berkunjung ke Walini Galery yang di Bandung, dan ternyata teh asli Indonesia pun tidak kalah variasinya dengan teh-teh dari negara lainnya.
Nah pada saat saya sedang ada keperluan di mal Ion Orchard, Singapura kemarin, saya tidak sengaja menemukan TWG Tea Restaurant. Ramainya membuat saya penasaran. Jadilah setelah acara saya selesai, saya dan teman saya langsung menuju ke TWG yang ada di lantai 2 Ion Orchard. TWG adalah singkatan dari The Welness Group yang didirikan pada tahun 1837.
Wow.... interiornya sangat elegan, bersih. Belum lagi saya terkagum-kagum dengan lemari yang berisi aneka macam teh. Sekarang giliran saya yang bingung melihat buku menunya, isinya teh semua dari berbagai macam negara. Daripada saya pusing, saya langsung tanya saja mana yang paling favorit disini. Dan ternyata favorit mereka adalah White Tea dan Green Tea. Kami pun pesan kedua jenis teh tersebut. Nah ngeteh belum lengkap rasanya kalau nggak sambil nyemil atau makan sesuatu. Pilihan kami pun jatuh ke Creme Brulee.
Ngeteh sore-sore di TWG, he-he... tempatnya sangat bergaya Eropa, dan semua yang ada disitu nampak sangat menikmati teh mereka. O iya disini juga ada makanan juga lho. Kue-kue juga ada. Tidak lama kemudian, dua buah poci teh hadir di meja kami. Satu berisi White Tea, satu lagi berisi Green Tea. Sebenarnya sih satu poci untuk berdua cukup, tapi ya sudahlah, kami sudah terlanjur pesan dua jenis.
Aroma tehnya pada saat saya tuang ke gelas..., wuihh wangi banget. Belum pernah saya mencium aroma teh seperti ini. Sangat-sangat enak yang white tea-nya, aromanya lebih harum di bandingkan yang green tea.
Yang green tea juga enak koq, hanya kalah aromanya saja sedikit dibandingkan dengan white tea. Yang jelas, sore-sore ngeteh enak begini membuat suasana hati jadi tenang lagi, nikmat hidup itu...
Nah ditambah lagi dengan Creme Brulee-nya yang mantap, manis, lembut, yummy... enak banget. Creme Brulee terenak yang pernah saya coba.
Soal harga disini memang bisa dibilang mahal, untuk white tea yang saya minum tadi seharga 11,50 dollar Singapura, sedangkan creme bruleenya 12 dollar Singapura. Sekali-kali ya tidak apalah menikmati teh sekelas TWG. Disini juga dijual lho teh dalam berbagai macam kemasan, ada yang loose tea, tea bags. Banyak pilihan dan semuanya tampak menarik

Ayam Bakar Echo, Aromanya Menggoda

KOMPAS.com - Masih berwisata kuliner di daerah Tangerang, kali ini kita mau mampir ke Warung Makan Echo (Ayam Bakar Echo). Penjual ayam bakar yang menurut info yang didapatkan dari kakak saya enak dan harus dicoba.
Warung Makan Echo ini berada di Jalan KH Soleh Ali No 99 Tangerang. Warung ini sudah berjualan dari tahun 1996 lho, dan sudah banyak pelanggannya, dan menu spesialnya memang ayam bakar. Siang itu kami ditemani kakak saya dan sahabat kami Ratno.
Warung Echo memang cukup sederhana, dengan menempati bangunan rumah untuk berjualan dan pada bagian depannya untuk tempat bakar ayam-nya. Kami pesan ayam bakar dengan rasa pedas-manis, dan bagi yang kurang suka pedas, bisa pesan yang manis saja ya. Kami juga direkomendasikan oleh pemiliknya untuk mencoba sop buntut, siapa takut? Lha kita suka banget menu sop buntut, jadi langsung saja kami juga pesan 1 porsi sop buntut.
Sambil menunggu pesanan kami datang, kami sempat memotret proses bakar ayamnya. Kelihatannya memang enak, dari bau bakarannya juga tercium aroma yang menggoda.
Tidak lama kemudian pesanan kami datang, ayam bakar manis-pedas ala Warung Echo. Hmmm.... aroma ayam bakarnya masih tercium. Dengan sedikit agak gosong pada bagian tertentu menjadikan tampilan ayam bakarnya menjadi lebih menarik.
Ketika mencoba mencicip daging ayamnya, ternyata empuk, bumbunya meresap dan rasa manis-pedasnya cukup terasa di permukaan ayamnya, tapi sebenarnya tidak terlalu pedas kok. Malah perpaduan manis-pedas menjadikan ayam ini jadi enak banget lho. Ditambah sambal terasi menjadi tambah mantap! Kita suka dengan ayam bakar ala Warung Echo ini, sampai kita langsung pesan untuk dibungkus lho he-he...
Lalu tidak lupa kita cobain sop buntut rekomendasi dari pemilik warung ini. Tampilan sop buntut cukup menarik, dengan potongan buntut dengan kuah panas dan didalamnya terdapat potongan wortel, kentang, taburan daun seledri dan bawang goreng, tidak lupa juga emping goreng disajikan dalam 1 porsi sop buntutnya.
Kita cobain dulu kuahnya sebelum ditambah sambal dan jeruk nipisnya. Wow.. sedap dan terasa sari banget, karena biasa di kuahnya direndam tulang muda dan dagingnya supaya lebih berasa. Dagingnya empuk lho. Lantas kita cobain tambah sambal dan jeruk nipisnya

Nikmatnya Es Serut Durian di Duran Duren

KOMPAS.com - Mendengar nama buah durian langsung deh telinga kami terbuka lebar-lebar. Soalnya kita suka banget sama buah yang diluarnya penuh dengan duri itu. Memang tidak semua orang suka buah yang baunya untuk sebagian orang tidak disukai.
Nah masih seputaran Depok, kami menuju ke Jalan KHM Yusuf Raya. Menempati sebuah ruko kami mampir ke Duran Duren, terdengar seperti group band yah? He-he... betul nama tempatnya memang Duran Duren, tempat ini  model rumah durian, dimana Anda pencinta durian bisa menikmati langsung buah durian, jadi Anda tinggal pilih duriannya lalu sudah disediakan meja untuk menikmatinya. Kami sempat ngobrol dengan pemiliknya, Nano. Menurut Nano, usaha Rumah Durian-nya baru berjalan 2 tahun, tapi sudah cukup dikenal.
Duran Duren menyediakan durian medan dan durian thailand, atau lebih dikenal dengan durian monthong. Selain menjual buah duriannya, di sini juga menjual macam-macam olahan dari bahan utamanya durian. Nah kita mau cobain Es Serut Durian dan Ice Cream Durian.
Petama kita cobain Es Serut Durian. Menu ini berisi 3 butir durian, santan, es serut dan diberi sirup dan susu, dan di dalamnya juga terdapat kacang merahnya. Oh iya durian yang digunakan di es serut durian ini adalah durian medan, aroma durian-nya hmmmm.... rasanya manis, enak dan segar. Karena buah durian aromanya kuat sekali, maka kacang merah hanya sebagai pelengkap saja.
Sementara Ice Cream Durian penampilannya cukup menarik, cukup menggoda, dengan warna kekuningan dengan topping susu coklat dan choco chip. Ice Cream Durian menggunakan olahan dari durian monthong, rasanya enak dan tercium bau duriannya.
Duran Duren saat ini mengembangkan bisnisnya yakni menjual dengan gerobak, bekerja sama dengan para pedagang, saat ini sudah tersedia 10 gerobak lho, dan biasa berjualan di area sekolahan dan lain-lain.

Yuk Berburu Kuliner Unik Khas Bali...

KOMPAS.com – Sate lilit ikan tuna, ayam betutu, sampai sambal matah merupakan beberapa dari masakan Bali. Masakan ini terkenal tak hanya sebagai menu yang diburu penggemar wisata kuliner saat bertandang ke Bali, tetapi juga dikenal sampai bisa Anda temukan di luar Pulau Bali.

Selain masakan tersebut, ada pula masakan-masakan lain yang belum terlalu tenar oleh wisatawan nusantara, namun digemari oleh penduduk lokal Bali. Mau mencoba beberapa masakan tersebut? Berikut beberapa masakan yang bisa Anda coba.

Rujak Kuah Pindang. Pindang adalah ikan, lalu rujak pastinya tentang buah. Apa hubungannya? Nah kuliner satu ini memang unik. Bayangkan segarnya buah-buah berpadu dengan asinnya kaldu ikan. Ya, itulah Rujak Kuah Pindang yang menjadi cemilan khas masyarakat Denpasar.

Buah yang dipakai biasanya kedondong, bengkuang, timun, dan buah-buah mentah lainnnya. Kaldu ikan dicampur dengan cabai dan terasi, bisa ditambahkan sedikit gula merah jika Anda tak tahan dengan rasa asinnya. Rasanya merupakan kolaborasi unik antara manis, renyahnya buah, asin, asam, dan kecut.
Ingin mencoba rasa rujak ini? Sangat mudah mencari kuliner satu ini di kawasan Badung maupun Denpasar. Salah satunya bisa di kawasan Jimbaran ataupun di Denpasar seperti sebuah warung di Jalan Bukit Tunggal.

Laklak. Kuliner satu ini adalah jajanan pasar yang legit. Bisa dibilang inilah surabi-nya Bali. Laklak menjadi kue khas Tabanan, kabupaten  di barat Bali. Namun, kue ini bisa Anda temukan hampir di seluruh Bali.

Laklak terbuat dari tepung beras yang dimasak dengan periuk tanah liat. Setelah matang, ditaburi parutan kelapa dan disiram gula cair. Di Tabanan, Anda bisa mencarinya di Pasar Tabanan. Laklak nikmat dimakan sambil minum kopi.

Sudang Lepet. Sudang lepet adalah ikan asin yang merupakan makanan khas Buleleng, kabupaten di utara Bali. Ikan gepeng yang diasinkan ini cukup digoreng untuk mendapatkan tekstur yang garing nan gurih. Biasanya, ikan yang telah digoreng cukup diberi minyak kelapa, jeruk nipis, dan cabai untuk menambah kelezatan rasa.

Makan sudang lepet paling nikmat ditemani dengan jukut undis (sayur undis) dan plecing kakung, serta nasi panas. Bisa juga dengan sambal terasi atau sambal matah sebagai teman menikmati ikan asin ini. Masih agak jarang tempat makan di Bali yang menjual menu ini.

Di Buleleng, Anda bisa mencarinya di Rumah Makan Pondok Asri. Sudang lepet juga bisa Anda beli di pasar-pasar di Buleleng sebagai oleh-oleh. Cukup digoreng dan nikmati kerenyahan ikan.

Serombotan. Kuliner satu ini merupakan khas Klungkung, kabupaten di timur Bali. Seklias mirip sayur urap. Isinya kangkung, tauge, kacang panjang, bayam, dan aneka kacang.

Lalu diberi parutan kelapa dan disiram sambal pedas. Bisa dimakan juga dengan ketupat. Tertarik mencobanya? Anda bisa mencarinya di Pasar Klungkung. Bisa juga di Pasar Senggol.

EDUKASI

Minat Studi di Korea? Yuk Ambil Beasiswa Ini!

KOMPAS.com — Siapa yang tidak tahu Korea? Tertarik studi di negeri yang kini sedang terkenal dengan K-pop atau Korean pop-nya itu? Tahun ini, ada tawaran beasiswa dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).
KAIST kembali membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional untuk program MBA, khususnya yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bagi Anda yang tertarik mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi dari segi bisnis, KAIST merupakan salah satu tempat yang cocok untuk menimba ilmu tersebut.
Bagi yang berminat, beasiswa ini menawarkan program studi IT, Broadcasting, Telecom, Media, dan Content Convergence Industry, yang akan dimulai pada semester musim dingin Januari 2013. Aplikasi beasiswa ini dibuka pada September 2012, sementara penyerahan dokumennya dibuka pada Oktober 2012. Pengumuman peraih beasiswa ini akan dilaksanakan pada pertengahan November 2012.
Adapun beasiswa yang ditawarkan mencakup biaya kuliah (beasiswa penuh atau parsial untuk 5 siswa di tahun 2013) dan biaya hidup sekitar 500.000 KRW per bulan untuk satu tahun. Biaya ini tersedia untuk mahasiswa unggulan. Persyaratan utamanya meliputi: 
- Semua pelamar harus mendapatkan gelar sarjana
- Pelamar yang memiliki pengalaman bekerja lebih diutamakan
- Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik
- Pelamar harus memenuhi salah satu tes kemampuan bahasa Inggris dengan skor TOEFL 550 (210 untuk basis komputer, 80 untuk basis internet); IELTS 5,5; TEPS 550, TOEIC Listening & Reading 750 + Speaking Level 6 + Writing.
Bagi yang berminat, perlu diketahui bahwa sertifikat kemampuan bahasa Inggris tersebut di atas tidak boleh lebih dari 2 tahun.

SAINS

Lele Unik Ditemukan di Ekuador

ALABAMA, KOMPAS.com — Spesies baru lele mulut pengisap yang masuk golongan armored catfish ditemukan di Ekuador. Armored catfish adalah jenis lele yang tubuhnya memiliki pelat tulang keras sehingga kadang disebut lele lapis baja.

Ilmuwan dari DePaul University, Windson Aguirre, menemukan lima spesimen dari ikan itu pada tahun 2008 di Sungai Santa Rosa. Ia lalu mengirim spesimen ke Auburn University di Alabama untuk identifikasi.

"Saat kami menyadari bahwa ini baru, sebenarnya tak begitu terkejut. Famili ikan ini bertambah jumlahnya tiap tahun," kata pemimpin riset Milton Tan dari Auburn University.

Yang lebih membuat Tan tertarik adalah karakteristik lele berukuran 7 sentimeter ini. Tak seperti kerabatnya, lele ini tidak memiliki pelat tulang keras di sisi samping kepalanya.

Nama spesies ikan lele baru ini adalah Cordylancistrus santarosensis, sesuai nama sungai tempat ditemukan.

Tak adanya pelat tulang di sisi samping kepala menunjukkan bahwa spesies ini adalah "missing link" antara ikan genus Cordylancistrus lainnya dan Chaetostoma yang mempunyai tulang keras di bagian tersebut.

"Ini penting karena spesies ikan di Ekuador tak terlalu beragam, (dan kami ingin) orang mengetahui (ada ikan) di Ekuador yang unik dan hanya ditemukan di sana," tutur Tan, seperti dikutip National Geographic, Selasa (10/4/2012).

Penemuan spesies Cordylancistrus santarosensis ini dipublikasikan di jurnal Zootaxa, 22 Maret 2012.

"Kembaran" Tata Surya Ditemukan

HERTFORDSHIRE, KOMPAS.com — Sistem dengan bintang induk HD 10180 menghebohkan dunia astronomi pada tahun 2010. Selain tata surya, sistem keplanetan itu menjadi yang terbesar karena memiliki tujuh planet.

Kini, sistem keplanetan berjarak 127 tahun cahaya itu kembali menjadi perhatian. Jumlah planet yang mengorbit HD 10180 ternyata bukan hanya tujuh, melainkan sembilan.

Miko Tuomi dari University of Hertfordshire adalah astronom di balik penemuan ini. Ia memublikasikan hasil risetnya di jurnal Astronomy and Astrophysics, Jumat (6/4/2012).

Tuomi menganalisis data hasil observasi instrumen High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher pada teleskop 3,6 meter di Observatorium La Silla, Cile.

Sebelumnya, pengamatan di European Southern Observatory menemukan enam planet ekstrasurya serta satu planet yang masih perlu dikonfirmasi keberadaannya.

Lima planet merupakan planet serupa Neptunus dengan massa 12-25 kali massa Bumi. Sementara satu lagi adalah planet serupa Saturnus bermassa 65 kali Bumi dengan waktu revolusi 2200 hari.

Selain meyakinkan adanya enam planet, penelitian Tuomi juga membuktikan adanya planet ketujuh yang bermassa 1,4 massa Bumi dan menemukan dua planet tambahan.

Dua planet tambahan diketahui merupakan planet Bumi Super. Ukuran dua planet tersebut masing-masing 1,9 kali massa Bumi dan 5,1 kali massa Bumi.

Planet ketujuh mengorbit HD 10180 dalam waktu hanya 1,2 hari Bumi. Dua planet tambahan yang ditemukan mengorbit dalam waktu 10 dan 68 hari Bumi.

Dengan waktu orbit yang begitu singkat, dua planet tambahan yang ditemukan berjarak sangat dekat dengan bintangnya. Kondisinya sangat panas sehingga air dan kehidupan sulit untuk didapati.

Dengan jumlah sembilan planet, sistem keplanetan dengan bintang induk HD 10180 bisa disebut "kembaran" tata surya. Jumlah planet sama dengan jumlah planet di tata surya ditambah Pluto.

Sistem keplanetan HD 10180 juga memiliki kesamaan lain dengan tata surya. Bintang HD 10180 sendiri merupakan bintang katai kuning, memiliki massa sebanding dengan Matahari.

Gempa Aceh Adalah Gempa Kembar

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa yang terjadi di Provinsi Aceh Nangroe Darussalam, Rabu (11/4/2012) sore, ternyata bukan satu gempa utama yang diikuti dengan sejumlah gempa susulan. Rangkaian gempa itu merupakan dua gempa utama.

"Gempa kemarin sebenarnya gempa kembar. Jadi ada dua gempa utama," kata Danny Hilman Natawijaya, pakar geologi dan palaeotsunami dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Gempa pertama terjadi pada pukul 15.38 WIB dengan kekuatan 8,5 skala Richter. Pusat gempa pada kedalaman 10 km, berjarak 346 km barat daya Kabupaten Simeuleu.
Adapun gempa kedua terjadi pada pukul 17.43 WIB dengan kekuatan 8,1 skala Richter. Pusat gempa punya kedalaman 10 km dan berjarak 483 km barat daya Simeuleu. "Lokasi pusat gempa keduanya memang berdekatan, semua berpusat di luar zona subduksi," kata Danny saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/4/2012).
Akibat dua gempa yang terjadi kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini akan potensi terjadinya tsunami. Peringatan tsunami diakhiri pukul 19.45 WIB.
Tsunami memang terjadi setelah gempa besar pertama, meskipun dalam intensitas kecil. Berdasarkan informasi BMKG, tsunami terjadi di Meulaboh setinggi 80 cm pukul 17.00 dan di Sabang setinggi 6 cm pukul 17.04.
Tsunami besar tidak terjadi sebab gempa lebih dipicu oleh gerakan sesar miring (oblique) dan di luar zona subduksi. Tsunami besar bisa terjadi bila pusat gempa di zona subduksi dan gerakan sesar vertikal. Hingga saat ini, telah ada 28 gempa susulan yang terjadi akibat dua gempa yang terjadi kemarin.

Gempa Besar Tsunami Kecil, Mengapa?

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Aceh, kemarin. Gempa pertama terjadi pada pukul 15.38 WIB, Rabu (11/4/2012), berkekuatan 8,5 skala Richter dengan pusat gempa 346 kilometer barat daya Simeulue. Gempa ini sedikitnya diikuti 16 gempa susulan. Selanjutnya, pada pukul 17.43 WIB, terjadi lagi gempa dengan kekuatan 8,1 skala Richter, berpusat di 483 kilometer dari Kota Simeulue. Gempa ini diikuti 11 gempa susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengeluarkan peringatan ancaman tsunami. Pada pukul 19.45 WIB, peringatan tsunami baru diakhiri. Nah, menilik gempa yang terjadi, sebenarnya kekuatannya tergolong besar. Dengan 8,5 skala Richter dan disusul 8,1 skala Richter, tsunami besar bisa saja terjadi. Namun, meski menimpa beberapa daerah, yaitu Meulaboh, Sabang dan Lahewa, ternyata tsunami yang terjadi adalah tsunami kecil.

Besarnya jauh lebih kecil dari tsunami pada tahun 2004. Mengapa? Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, alasan tsunami hanya berskala kecil terkait lokasi pusat gempa dan gerakan sesar. "Pusat gempa terjadi di luar zona subduksi," ungkap Sutopo dalam konferensi pers, Rabu (11/4/2012).

Zona subduksi adalah zona tempat bertemunya dua lempeng. Diketahui, gempa pertama dan sejumlah gempa susulan yang terjadi berpusat di sebelah barat zona subduksi, menjauh dari daratan Pulau Sumatera. Gempa kali ini berbeda dengan gempa Aceh pada 2004. Apabila pusat gempa berada di luar zona subduksi, potensi tsunami tetap ada, tetapi lebih kecil. "Gempa juga terjadi akibat sesar geser, bukan naik atau turun," ujar Sutopo menambahkan.

Ada tiga gerakan sesar, yakni vertikal, horizontal, dan miring (oblique). Gerak sesar vertikal lebih berpotensi mengakibatkan tsunami. Pada gempa kali ini, gerak sesar yang terjadi adalah miring, didominasi gerak sesar datar. Dengan demikian, tsunami bisa terjadi, tetapi sangat kecil.

Berdasarkan pemantauan BMKG, tsunami yang terjadi hanya setinggi 80 sentimeter di Meulaboh pukul 17.04 WIB dan 6 cm di Sabang pada pukul 17.00 WIB. Sementara itu, pantauan Bakosurtanal juga tak jauh berbeda. Di Meulaboh, tinggi tsunami hanya 1,02 meter sementara di Lahewa (Nias Utara) hanya 1 meter.

"Sky Village" Kampung Anti Tsunami ala Jepang

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang selalu belajar. Gempa bermagnitud 9 yang mengguncang Jepang pada 11 Maret 2012 lalu menunjukkan bahwa pertahanan yang telah diupayakan seperti dinding laut ternyata tak cukup. Rancangan baru pun diusulkan.
Keiichiro Sako dari Sako Architechts di Tokyo merancang sebuah kawasan tepi pantai yang anti tsunami. Kawasan ini bisa dikatakan sebuah pulau buatan yang letaknya lebih tinggi dari daerah sekitarnya, dinamai "Sky Village" atau Kampung Langit.
Rencananya, rancangan kawasan tersebut akan diwujudkan di kawasan Tohoku, timur laut Jepang, yang tahun 2011 lalu dihancurkan gempa. Meskipun terdengar seperti mimpi, Sako yakin rancangannya bisa diwujudkan.
"Saya ingin menawarkan cara agar orang dapat tetap hidup dan bekerja dengan aman serta tetap nyaman tinggal dataran rendah, ini alasannya saya memulai proyek ini," kata Sako.
Akibat gempa tahun lalu, pemerintah Jepang berencana untuk mengajak warga meninggalkan desa-desa yang diterjang tsunami serta merelokasi warga ke area yang lebih tinggi, lebih jauh dari pantai.
Menurut Sako, rencana pemerintah Jepang kurang tepat. Rencana pembangunan Sky Village lebih tepat karena tidak mengharuskan warga meninggalkan daerah asal dan cara hidup semula.
"Bagaimana anda hidup aman di dataran rendah? Pilihannya hanya membangun bangunan buatan yang tinggi," ungkap Sako seperti dikutip website China.org.cn, Jumat (13/2/2012) lalu.
"Sekarang, jika anda membuatnya, dan berbentuk kotak, mumngkin akan langsung dihantam oleh tsunami. Jadi saya pikir yang harus dilakukan adalah membangun struktur bentuk lingkaran dengan fondasi baja," tambah Sako.
Rancangan berbentuk lingkaran atau oval sangat penting. Jika bangunan berbentuk kotak, maka air dari gelombang tsunami akan langsung menghantam. Jika bangunan berbentuk oval, maka air akan mengalir ke samping.
Sako merancang bangunan sebaik mungkin sehingga anti-tsunami. Saat tsunami, gerbang bangunan tertutup sehingga air tak bisa masuk. Listrik disuplai dengan energi terbarukan agar tetap bisa beroperasi. Ada pula cadangan baterai lithium.
Sky Village memiliki kluster-kluster. Terdapat kluster untuk sekolah, hunian, dan perikanan. Ada pula tempat yang untuk membantu aktivitas perikanan sehingga mendukung aktivitas warga sebagai nelayan.
Dana pembangunan Sky Village tentunya sangat besar. Yasuaki Onoda dari Departemen Arsitektur dan Ilmu Bangunan di Tohoku University memperkirakan bahwa biayanya bisa mencapai triliunan rupiah per 'pulau'.
Untuk mengatasi tantangan biaya, Sako mengatakan bahwa akan mendaur ulang material bangunan yang dihancurkan tsunami tahun lalu. Ia percaya, bangunan tak cuma akan membantu para penduduk, tapi juga menjadi tujuan wisata.

Laut Mati Pernah Hampir Kering 100.000 Tahun Lalu

TEL AVIV, KOMPAS.com - Tim peneliti dari Tel Aviv University (TAU) dan Hebrew University menemukan bahwa Laut Mati pernah hampir mengering dalam periode 100.000 tahun yang lalu.

Tim pimpinan Zvi Ben-Avraham dari Minerva Dead Sea Research Center TAU dan Mordechai Stein dari Geological Survey of Israel tersebut mengebor sampai 460 meter di bawah dasar laut dan mengekstrak sedimen dalam rentang waktu 200.000 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air di Laut Mati mengalami peningkatan dan penurunan dalam 200.000 tahun terakhir.

Lapisan garam menandai beberapa periode kekeringan dan curah hujan yang sangat sedikit, menyebabkan air surut dan garam menumpul di bagian tengah Laut Mati.

Peneliti juga menemukan bahwa pada masa 120.000 tahun lalu, Laut Mati hampir mengering seluruhnya. Periode kering ekstrim setelahnya adalah pada masa 13.000 tahun lalu.

Saat ini, jumlah air di Laut Mati juga terus menurun. Ben-Avraham mengatakan bahwa sebab penurunan saat ini berbeda dengan di masa lalu, lebih banyak dipengaruhi faktor manusia.

"Apa yang kita lihat di Timur Tengah adalah sesuatu yang mirip periode kering yang cukup parah, tapi ini bukan diakibatkan iklim, ini fenomena yang disebabkan manusia," jelas Ben-Avraham seperti dikutip Physorg, Selasa (10/4/2012).

Kekeringan saat ini lebih dipacu oleh banyaknya pengambilan air sungai untuk irigasi oleh manusia. Akibatnya, jumlah air yang mencapai Laut Mati lebih sedikit.

OLAHRAGA

Rossi Masih Bisa Bersaing dengan Stoner dan Lorenzo

KOMPAS.com — Valentino Rossi masih mengalami masa sulit sejak melakukan debutnya dengan Ducati pada musim 2011. Di awal musim 2012 ini pun, "The Doctor" belum menunjukkan tanda-tanda bakal kompetitif, setelah terpuruk pada seri pembuka di Qatar pekan lalu, ketika dia finis di urutan ke-10.

Meskipun demikian, orang yang pernah menjadi rival sekaligus temannya, Loris Capirossi, punya keyakinan bahwa Rossi masih cukup cepat untuk menjadi pesaing Casey Stoner dan Jorge Lorenzo, yang saat ini mendominasi MotoGP. Syaratnya, Ducati harus segera mengembangkan Desmosedici yang lebih kompetitif.

Menurut saya, jika Valentino memiliki motor yang bagus lagi, maka dia bisa bertarung untuk meraih kemenangan dan berada di sana dengan Casey dan Jorge.
-- Loris Capirossi
Description: http://assets.kompas.com/data/2k10/kompascom2011/images/quote_1.gif
Memang, Rossi saat ini sedang menghadapi krisis terbesar dalam kariernya. Setelah musim lalu tak pernah meraih kemenangan dan hanya satu kali naik podium, dia juga kembali menghadapi persoalan serupa pada musim ini, yang menjadi era perdana mesin 1.000 cc. Alih-alih meraih kemenangan, Rossi dan Desmosedici GP12 malah terpuruk di barisan belakang Desmosedici GP12.

Ya, pada balapan di Sirkuit Losail, Minggu (8/4/2012), pebalap berusia 33 tahun ini tertinggal lebih dari 30 detik di belakang Lorenzo, yang memenangi balapan malam tersebut. Tak ayal, mantan rekan setim Lorenzo ini memberikan kritikan pedas kepada Ducati baru, yang performanya jauh dari harapan.

Ducati sudah melakukan perubahan radikal pada motor baru ini, termasuk pengenalan rangka aluminium tiang kembar untuk mengatasi masalah front-end dan understeer. Sayang, belum ada perubahan yang signifikan.

Rossi tampaknya frustrasi dengan situasi yang dihadapi, dan selanjutnya muncul spekulasi bahwa dia bisa lebih cepat meninggalkan Ducati. Honda dan Yamaha ditengarai menjadi tujuan "The Doctor" untuk musim 2013.

Namun, Capirossi, yang pensiun dari MotoGP pada 2011, masih yakin bahwa juara dunia sembilan kali grand prix tersebut memiliki kecepatan untuk bertarung dengan Lorenzo dan Stoner, yang telah mendominasi MotoGP sejak Rossi merebut mahkota terakhirnya di kelas primer pada tahun 2009. Sejak 36 balapan itu, Lorenzo dan Stoner telah memenangkan 26 seri, sementara Rossi hanya mencetak satu podium dalam 18 balapan terakhir setelah bergabung dengan Ducati.

Dalam pembicaraan eksklusif dengan MCN sebelum seri pembuka di Qatar, Capirossi mengatakan, "Menurut saya, jika Valentino memiliki motor yang bagus lagi, maka dia bisa bertarung untuk meraih kemenangan dan berada di sana dengan Casey dan Jorge.

"Namun sayangnya, Ducati belum siap untuk bertarung meraih kemenangan. Masalahnya adalah bahwa ketika motor tidak benar dan Anda harus tampil 100 persen untuk finis, maka itu akan menyulitkan."

"Saya tidak mengatakan bahwa motivasinya sudah turun, tetapi kita berbicara tentang juara dunia sembilan kali di sini, yang telah menikmati sejumlah kesuksesan menakjubkan. Saya pikir jika nanti dia melihat kesempatan, itu akan menjadi sesuatu yang besar, dan dia akan tiba-tiba berada di sana."

"Namun, ini bukan situasi yang mudah dan akan sulit baginya. Ducati berada di belakang, tetapi olahraga perlu memiliki Ducati, dan Valentino kembali berada di depan."

Ducati Masih Percaya pada Rossi dan Preziosi

KOMPAS.com - Valentino Rossi dan Ducati sedang berada di masa yang sangat sulit. Hubungan dua ikon Italia ini pun sedang di ambang kehancuran, setelah Rossi mengeluarkan komentar keras kepada Ducati, akibat hasil buruk pada seri pembuka MotoGP 2012 di GP Qatar, Minggu (8/4/12), di mana dia hanya finis di urutan ke-10.

Meskipun demikian, CEO dari produsen motor yang bermarkas di Bologna ini, Gabriele Del Torchio, tidak putus asa menghadapi situas yang sedang terjadi. Dia berusaha menenangkan keadaan, seperti yang diungkapkan dalam wawancara dengan suratkabar La Repubblica.

"Kami tetap menaruh kepercayaan kepada Rossi dan (Filippo) Preziosi - orang yang mendesain GP12," ujar bos Ducati tersebut. "Kami menyadari bahwa dalam sebuah musim akan ada pasang dan surut, dan yang terjadi di Qatar itu adalah belakangan. Valentino hanya meniup uap. Ini adalah momen frustrasi, tetapi kami baru mengawali musim, dan saya yakin dia akan bangkit."

Del Torchio juga mengakui bahwa Ducati harus bekerja ekstra keras untuk segera menghasilkan motor yang kompetitif. "Hayden meraih hasil yang baik, tetapi berada di posisi keenam tentu bukan tujuan kami. Kami membalap untuk menang," tegasnya.

Nah, untuk meraih kemenangan tersebut, harus ada usaha yang lebih untuk memperbaiki performa motor. "Para mekanik selalu membutuhkan waktu untuk bekerja. Pada saat ini mereka harus berkonsentrasi pada pengesetan."

Ketika ditanya tentang musim 2013, di mana santer beredar kabar Rossi akan meninggalkan Ducati, Del Torchio tak mau berspekulasi. Dia hanya ingin berbicara tentang kebangkitan Ducati untuk menghadapi musim 2012, yang merupakan era perdana MotoGP mesin 1.000 cc.

"Valentino bukan satu-satunya pebalap top yang kontraknya akan selesai pada akhir musim ini. Masih ada 17 balapan tersisa pada musim ini, dan kami harus menunggu sebelum mencapai kesimpulan."

Menyambut musim 2012, Ducati sudah melakukan perubahan radikal untuk menghasilkan Desmosedici GP12, di mana sasisnya adalah aluminium tiang kembar. Alih-alih bisa kompetitif, Ducati justru terpuruk saat balapan malam di Qatar, di mana hasil terbaik diraih Nicky Hayden yang finis di urutan keenam, sedangkan Rossi hanya mampu bersaing dengan tim-tim CRT di barisan belakang. Alhasil, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut finis di urutan ke-10.

Ronaldo Pecahkan Rekor Sendiri

MADRID, KOMPAS.com - Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo, memecahkan rekor pencetak gol terbanyak Liga BBVA dalam satu musim atas namanya sendiri, dengan 41 gol. Sebelumnya, Ronaldo memegang rekor ini dengan torehan 40 gol dalam satu musim.

Gol ke-41 itu tercipta pada pertandingan Liga BBVA melawan Sporting Gijon, yang berakhir 3-1 untuk Madrid. Torehan ini mungkin saja bertambah karena Liga BBVA masih menyisakan lima pertandingan lagi.
Bagi Madrid, kemenangan 3-1 itu membuat mereka menguasai klasemen dengan 85 poin, atau unggul tujuh angka dari pesaing terdekat, Barcelona.

Menang 3-1, Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

MADRID, KOMPAS.com - Real Madrid semakin kokoh di puncak klasemen setelah menang 3-1 dari Sporting Gijon dalam laga Liga BBVA, di Santiago Bernabeu, Sabtu atau Minggu (15/4/2012) dini hari WIB.

Hasil ini membuat Madrid mengoleksi 85 poin, unggul tujuh poin dari Barcelona yang ada diperingkat kedua. Namun selisih ini masih bisa terpangkas jika Barcelona berhasil menekuk Levante dalam laga yang akan berlangsung setelah pertandingan ini.

Madrid yang lebih diunggulkan sudah mendominasi sejak awal. Namun pertahanan disiplin dari para pemain Gijon membuat pemain Madrid kesulitan untuk menciptakan peluang.

Justru Gijon yang mendapatkan peluang lebih dulu di menit ke-14. Oscar Trejo yang berhasil merebut bola dari Alvaro Arberloa melepaskan tembakan kaki kanan ke arah gawang Madrid. Beruntung bagi tuan rumah, kiper Iker Casillas masih sigap dalam memblok bola yang mengancam gawangnya.

Madrid sebenarnya mampu mencetak gol pada menit ke-28 lewat tandukan Gonzalo Higuain. Sayang, gol tersebut dianulir karena sebelum mencetak gol Higuain sudah berada dalam posisi off-side.

Sial bagi Madrid, selang satu menit setelah gol yang dianulir, mereka harus mendapat hukuman penalti setelah Sergio Ramos melakukan handsball di kotak terlarang. Miguel de las Cuevas tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk membawa Gijon unggul 1-0.

Madrid langsung bereaksi. Hasilnya pada menit ke-37, Madrid mampu menyamakan kedudukan. Umpan jauh dari Ramos dimanfaatkan dengan baik oleh Higuain dengan tandukannya.

Pada menit ke-44, Nuri Sahin nyaris membuat Madrid berbalik unggul. Sayang bola hasil tendangan bebasnya hanya membentur mistar gawang. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1.

Madrid langsung menekan pertahanan Gijon di babak kedua. Namun, pertahanan tim tamu masih sulit dibongkar oleh pemain Madrid, setidaknya hingga menit ke-74.

Tuan rumah akhirnya mampu mencuri gol pada menit ke-74 berkat Cristiano Ronaldo. Memanfaatkan umpan silang Mesut Oezil, Ronaldo berhasil membobol gawang Juan Pablo dengan tandukannya.

Gijon makin terpuruk setelah pada menit ke-76 harus bermain dengan 10 orang. Sang kapten, Roberto Canella harus keluar lapangan karena mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Angel Di Maria.

Keuntungan ini langsung dimanfaatkan oleh Madrid. Pada menit ke-82, Madrid menambah keunggulannya lewat aksi Karim Benzema. Memanfaatkan umpan Oezil, striker asal Perancis ini menundukkan Juan Pablo dengan tembakan kaki kanannya.
Sayang, sisa waktu yang ada tak mampu dimanfaatkan pemain Madrid untuk menambah pundi-pundi golnya. Hingga akhir laga skor 3-1 untuk Madrid tak berubah.

Indonesia Berjaya, Kalahkan Thailand 3-2

JAKARTA, KOMPAS.com- Indonesia akhirnya bisa mengungguli tim kuat Thailand, 3-2, setelah tunggal terakhir Indonesia, Wisnu Adi Nugroho, menjadi pembunuh raksasa. Petenis tunggal putra itu membungkam Kittipong Wachiramanowong, 7-6, 6-4, 6-2, di Senayan Jakarta, Minggu petang ini.
Kemenangan ini membuat peluang Indonesia lolos ke Grup I Piala Davis Asia/Oceania tetap terbuka. Lawan Indonesia untuk mendapatkan tiket tersebut kemungkinan kuat adalah Filipina.
Wisnu yang merupakan pemain junior yang baru pindah kelas ke senior, mengejutkan Kittipong dengan pengembalian bola-bolanya yang sering diluar dugaan. Petenis Indonesia itupun sangat rajin mengejar bola sehingga membuat frustasi lawan.
Kemenangan pada set pertama menjadi kunci karena setelah itu kepercayaan diri Wisnu semakin besar sehingga dia bisa bermain lepas tetapi tetap apik. Kittipong mengaku terkejut dengan permainan lawannya, sehingga kemudian menjadi gugup dan membuat banyak kesalahan.

Kido/Hendra Masuk 10 Besar

JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda juara Olimpiade 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, naik dua tingkat ke peringkat 10 dunia setelah berhasil menjuarai Australia Terbuka GPG pekan lalu.

Dari keberhasilan menjadi juara di Australia, Kido/Hendra mendapat tambahan nilai 7.000. Mereka langsung naik dua tingkat dari peringkat 12.

Kido/Jendra kini menggeser ganda putra Indonesia lainnya, Alvent Yulianto/Hendra AG, yang tetap bertahan di peringkat 11. Sementara di peringkat 8 besar, Indonesia menempatkan satu wakil, Bona Septano/Muhammad Ahsan, yang kini menempati peringkat 7.

Dalam daftar peringkat yang dikeluarkan BWF, Kamis (12/4/2012), ganda China, Cai Yun/Fu Haifeng, masih menempati peringkat satu diikuti lawan berat mereka asal Korea Selatan, Lee Jong-dae/Jung Jae-sung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar