Alonso Prediksi GP Cina Berlangsung Alot
SHANGHAI
- Pembalap Ferrari, Fernando
Alonso secara terang-terangan memprediksi bahwa persaingan di GP Cina nanti
akan berlangsung alot. Pasalnya, peta persaingan tidak akan banyak berubah
seperti di GP sebelumnya.
“Tidak ada yang berubah sejak GP Malaysia jadi saya berharap akhir pekan yang sulit. Tidak akan ada kejutan besar, meskipun mobil telah melakukan sedikit pengembangan, tidak akan ada hal besar muncul di balapan ini (GP Cina),” ungkap Alonso,
Ferrari sendiri tengah dihadapkan kenyataan bahwa mobil terbaru mereka, Ferrari F2012 masih belum mampu tampil optimal. Hal ini yang beberapa kali menyulitkan Ferrari untuk bersaing. Hanya saja, hal itu tidak mengganggu Alonso.
“Saya berharap situasi ini juga dialami oleh tim lain, itulah mengapa saya merasa gambaran secara umum di balapan GP Cina akan sama seperti dua race terakhir,” imbuhnya.
“Ini berarti kami akan berjuang untuk menembus Q3 di hari Sabtu dan melanjutkannya di hari Minggu, kami akan berharap untuk mendapat start bagus dan melakukan pengaturan ban dengan baik,” paparnya.
Pembalap asal Spanyol ini juga tak hanya ingin berharap pada performa dirinya dan mesin untuk tampil di Shanghai nanti. Alonso menegaskan juga bahwa dirinya percaya faktor keberuntungan adalah hal penting yang dibutuhkan pembalap, namun kadang dilupakan oleh pembalap.
“Kami juga berharap untuk mendapat sedikit keberuntungan, karena ini adalah faktor yang sering kami lupakan tetapi penting, seperti yang kami lihat di Australia, kemudian di Malaysia, ketika saya beruntung menghindari kecelakaan di tikungan pertama,” tandasnya.
“Tidak ada yang berubah sejak GP Malaysia jadi saya berharap akhir pekan yang sulit. Tidak akan ada kejutan besar, meskipun mobil telah melakukan sedikit pengembangan, tidak akan ada hal besar muncul di balapan ini (GP Cina),” ungkap Alonso,
Ferrari sendiri tengah dihadapkan kenyataan bahwa mobil terbaru mereka, Ferrari F2012 masih belum mampu tampil optimal. Hal ini yang beberapa kali menyulitkan Ferrari untuk bersaing. Hanya saja, hal itu tidak mengganggu Alonso.
“Saya berharap situasi ini juga dialami oleh tim lain, itulah mengapa saya merasa gambaran secara umum di balapan GP Cina akan sama seperti dua race terakhir,” imbuhnya.
“Ini berarti kami akan berjuang untuk menembus Q3 di hari Sabtu dan melanjutkannya di hari Minggu, kami akan berharap untuk mendapat start bagus dan melakukan pengaturan ban dengan baik,” paparnya.
Pembalap asal Spanyol ini juga tak hanya ingin berharap pada performa dirinya dan mesin untuk tampil di Shanghai nanti. Alonso menegaskan juga bahwa dirinya percaya faktor keberuntungan adalah hal penting yang dibutuhkan pembalap, namun kadang dilupakan oleh pembalap.
“Kami juga berharap untuk mendapat sedikit keberuntungan, karena ini adalah faktor yang sering kami lupakan tetapi penting, seperti yang kami lihat di Australia, kemudian di Malaysia, ketika saya beruntung menghindari kecelakaan di tikungan pertama,” tandasnya.
Jembatan Marunda Mulai Beroperasi
Jembatan
Marunda, Cilincing, Jakarta Utara kemarin pagi mulai dioperasikan. Jembatan
Marunda yang menghubungkan akses Jalan Bulak Cabe dengan Kampung Sawah di
kawasan Jalan Cakung Drain Cilincing itu mulai dilintasi kendaraan berat jenis
kemarin pagi
Jembatan Marunda tersebut adalah jembatan akses perekonomian yang menghubungkan Jalan Cakung Drain Cilincing dengan Kawasan Marunda Rorotan. Pembangunan jembatan sepanjang 620 meter itu memakan biaya Rp177 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo, mengatakan, pihaknya menjamin akses jalan jembatan itu sudah dapat difungsikan dengan baik. Daya tahan kekuatan jembatan waktunya 50 tahun.
Sebelumnya, pembangunan jembatan sempat mengalami kendala lantaran enam balok jembatan roboh. Kerobohan disebabkan salah satu tiang beton jatuh saat diangkat dengan crane.
Jembatan Marunda tersebut adalah jembatan akses perekonomian yang menghubungkan Jalan Cakung Drain Cilincing dengan Kawasan Marunda Rorotan. Pembangunan jembatan sepanjang 620 meter itu memakan biaya Rp177 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo, mengatakan, pihaknya menjamin akses jalan jembatan itu sudah dapat difungsikan dengan baik. Daya tahan kekuatan jembatan waktunya 50 tahun.
Sebelumnya, pembangunan jembatan sempat mengalami kendala lantaran enam balok jembatan roboh. Kerobohan disebabkan salah satu tiang beton jatuh saat diangkat dengan crane.
Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Aceh
Tenggara
Banjir bandang melanda tiga desa di Aceh Tenggara, Aceh, Kamis (12/4).
Akibatnya, puluhan rumah rusak parah dan ribuan warga mengungsi ketempat yang
aman.
Banjir melanda Desa Kuning, Lawe-lawe, dan Rikibur. Banjir setinggi 1,5 meter tersebut membawa material bebatuan dan kayu. Diduga, banjir akibat aktivitas perkebunan warga yang berada di atas desa mereka.
Akibat musibah itu, sebanyak 20 rumah warga rusak parah tertimbun lumpur. Warga yang berada di lokasi kemudian mengungsi ke masjid dan balai desa yang aman.
Selain itu, banjir juga memutuskan jalur utama menuju Aceh Tenggara, dan Medan. Hingga kini, belum dapat dipastikan berapa jumlah korban.(Wtr2)
Banjir melanda Desa Kuning, Lawe-lawe, dan Rikibur. Banjir setinggi 1,5 meter tersebut membawa material bebatuan dan kayu. Diduga, banjir akibat aktivitas perkebunan warga yang berada di atas desa mereka.
Akibat musibah itu, sebanyak 20 rumah warga rusak parah tertimbun lumpur. Warga yang berada di lokasi kemudian mengungsi ke masjid dan balai desa yang aman.
Selain itu, banjir juga memutuskan jalur utama menuju Aceh Tenggara, dan Medan. Hingga kini, belum dapat dipastikan berapa jumlah korban.(Wtr2)
Rossi: Gaya Membalap Stoner Aneh
BOLOGNA –
Bila dibandingkan dengan pencapaian Casey Stoner saat masih bersama Ducati pada
2007 silam, maka torehan Valentino Rossi kalah jauh. The Doctor hanya
mengoleksi sebiji kemenangan berbanding 23 kemenangan milik Stoner.
“Dia mempunyai gaya membalap yang aneh dan dia juga masih sangat muda ketika 2007 lalu, sehingga lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati,” kata Rossi seperti dikutip dari Autosport, Kamis (12/4/2012).
“Dia tumbuh berkembang bersama Ducati, jadi dia seharusnya berterima kasih kepada Ducati mengingat gaya membalap yang dia punyai pada saat ini disebabkan dulu dia berkembang bersama motor ini, yang mana jika kamu tidak mengendarainya dengan cara yang benar maka kamu akan berantakan,” urai Rossi.
Untuk pertama kali sepanjang 15 tahun karier membalapnya, Rossi gagal meraih satupun kemenangan pada 2011 silam. Namun, situasinya ternyata masih sama saja di 2012 ini.
Rossi hanya menempati peringkat ke-10 di seri pembuka MotoGP Qatar, sementara rekan setimnya Nicky Hayden finis keenam, bahkan pembalap tim satelit Pramac Ducati, Hector Barbera masih lebih baik dari Rossi dengan berada di posisi sembilan.
Torehan-torehan buruk ini membuat rider berusia 33 tahun ini mempertimbangkan lagi keinginannya untuk membalap bagi Ducati selama dua tahun ke depan.
“Dia mempunyai gaya membalap yang aneh dan dia juga masih sangat muda ketika 2007 lalu, sehingga lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati,” kata Rossi seperti dikutip dari Autosport, Kamis (12/4/2012).
“Dia tumbuh berkembang bersama Ducati, jadi dia seharusnya berterima kasih kepada Ducati mengingat gaya membalap yang dia punyai pada saat ini disebabkan dulu dia berkembang bersama motor ini, yang mana jika kamu tidak mengendarainya dengan cara yang benar maka kamu akan berantakan,” urai Rossi.
Untuk pertama kali sepanjang 15 tahun karier membalapnya, Rossi gagal meraih satupun kemenangan pada 2011 silam. Namun, situasinya ternyata masih sama saja di 2012 ini.
Rossi hanya menempati peringkat ke-10 di seri pembuka MotoGP Qatar, sementara rekan setimnya Nicky Hayden finis keenam, bahkan pembalap tim satelit Pramac Ducati, Hector Barbera masih lebih baik dari Rossi dengan berada di posisi sembilan.
Torehan-torehan buruk ini membuat rider berusia 33 tahun ini mempertimbangkan lagi keinginannya untuk membalap bagi Ducati selama dua tahun ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar