UN Selesai, Siswa Sujud
Syukur Bersama
Isak tangis
dan sujud syukur dilakukan ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)
4 Sukoharjo, Jawa Tengah, usai menempuh Ujian Nasional (UN).
Ratusan siswa itu larut dalam kegembiraan bercampur keharuan. Mereka berkumpul di lapangan sekolah dan bersujud sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Isak tangis semakin menjadi-jadi ketika kepala sekolah membasuh wajah mereka dengan air kendi. Prosesi seperti ini merupakan kecintaan seorang guru kepada murid-muridnya yang akan meninggalkan sekolah untuk menuju jenjang selanjutnya.
Kendati mereka belum memastikan hasil ujian lulus atau tidak, namun perasaan mereka sudah merasa lega.
Kesedihan berubah menjadi kegembiraan ketika prosesi acara sujud syukur usai. Para siswa melepaskan kegembiraan dengan serentak melemparkan tasnya ke angkasa.
Ratusan siswa itu larut dalam kegembiraan bercampur keharuan. Mereka berkumpul di lapangan sekolah dan bersujud sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Isak tangis semakin menjadi-jadi ketika kepala sekolah membasuh wajah mereka dengan air kendi. Prosesi seperti ini merupakan kecintaan seorang guru kepada murid-muridnya yang akan meninggalkan sekolah untuk menuju jenjang selanjutnya.
Kendati mereka belum memastikan hasil ujian lulus atau tidak, namun perasaan mereka sudah merasa lega.
Kesedihan berubah menjadi kegembiraan ketika prosesi acara sujud syukur usai. Para siswa melepaskan kegembiraan dengan serentak melemparkan tasnya ke angkasa.
Tembus Perempat Final, Taufik Dihadang Chong Wei

Pebulutangkis senior Taufik Hidayat menjaga asa Indonesia
untuk meraih gelar juara di nomor tungal putra. Taufik memastikan diri lolos ke
babak perempat final India Open Superseries 2012.
Taufik diketahui menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tersisa setelah tiga pebulutangkis lainnya, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka dan Tommy Sugiarto gugur di babak sebelumnya.
Menjadi satu-satunya harapan meraih gelar, Taufik tampil heroik saat mengadapi Wang Zhengming asal China di babak kedua.
Sempat kedodoran di awal pertandingan dan menyerah 16-21 pada game pertama, pebulutangkis yang menempati unggulan tujuh ini bangkit di dua game berikutnya, dan menang 21-16 21-11.
Namun, langkah Taufik untuk bisa terus melaju hingga final mendapat hadangan berat di babak perempat final. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini harus berhadapan dengan pebulutangkis terbaik dunia, sekaligus teman baiknya, Lee Chong Wei.
Sementara itu, Indonesia dipastikan harus puasa gelar pada nomor ganda putri. Pasalnya, tiga pasangan srikandi yang turun di babak kedua hari ini, gagal menundukkan lawan-lawannya.
Pasangan Vita Marissa/Nadia Melati dipaksa menyerah oleh ganda putri tuan rumah Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa (16-21 21-15 21-17). Pasangan muda, Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari juga tak bisa berbuat banyak meladeni permainan unggulan tiga asal Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna. Anneke/Nitya menyerah lewat pertarungan tiga game, 21-15 18-21 21-14.
Terakhir, ganda putri terbaik Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari juga gagal melaju ke perempat final. Pasangan yang diplot sebagai unggulan lima di turnamen ini harus angkat koper usai dikalahkan ganda putri China, Bao Yixin/Zhong Qianxin lewat pertarungan ketat 17-21 22-20 21-18.
Taufik diketahui menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tersisa setelah tiga pebulutangkis lainnya, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka dan Tommy Sugiarto gugur di babak sebelumnya.
Menjadi satu-satunya harapan meraih gelar, Taufik tampil heroik saat mengadapi Wang Zhengming asal China di babak kedua.
Sempat kedodoran di awal pertandingan dan menyerah 16-21 pada game pertama, pebulutangkis yang menempati unggulan tujuh ini bangkit di dua game berikutnya, dan menang 21-16 21-11.
Namun, langkah Taufik untuk bisa terus melaju hingga final mendapat hadangan berat di babak perempat final. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini harus berhadapan dengan pebulutangkis terbaik dunia, sekaligus teman baiknya, Lee Chong Wei.
Sementara itu, Indonesia dipastikan harus puasa gelar pada nomor ganda putri. Pasalnya, tiga pasangan srikandi yang turun di babak kedua hari ini, gagal menundukkan lawan-lawannya.
Pasangan Vita Marissa/Nadia Melati dipaksa menyerah oleh ganda putri tuan rumah Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa (16-21 21-15 21-17). Pasangan muda, Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari juga tak bisa berbuat banyak meladeni permainan unggulan tiga asal Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna. Anneke/Nitya menyerah lewat pertarungan tiga game, 21-15 18-21 21-14.
Terakhir, ganda putri terbaik Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari juga gagal melaju ke perempat final. Pasangan yang diplot sebagai unggulan lima di turnamen ini harus angkat koper usai dikalahkan ganda putri China, Bao Yixin/Zhong Qianxin lewat pertarungan ketat 17-21 22-20 21-18.
Ahli: Abaikan SMS Gempa 12
SR di Aceh
Masyarakat Aceh
diminta tidak terpengaruh dengan beredarnya pesan singkat (SMS) yang berisi
akan ada gempa berkekuatan magnitude 12 Skala Richter (SR).
Ikatan Ahli Geologi Indonesia dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis (26/4), meminta masyarakat tetap tenang. Masyarakat juga diminta tidak meneruskan pesan singkat tersebut.
Menurut Staf Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Syamsidik, sumber informasi yang dicantumkan dalam pesan singkat yang beredar di tengah masyarakat tidak dikenal dalam kalangan ilmu kegempaan dunia.
Terlebih, sampai saat ini belum ada satu pun ilmuwan dunia yang mampu memprediksi terjadinya gempa secara tepat.
Akibat beredarnya SMS tersebut, sejumlah masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Kabupaten Aceh Jayadan dan Aceh Barat, panik. Sebagian masyarakat memilih mengungsi karena khawatir akan terjadinya gempa berkekuatan 12 SR yang sumbernya tidak dapat dipercaya itu.
Ikatan Ahli Geologi Indonesia dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis (26/4), meminta masyarakat tetap tenang. Masyarakat juga diminta tidak meneruskan pesan singkat tersebut.
Menurut Staf Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Syamsidik, sumber informasi yang dicantumkan dalam pesan singkat yang beredar di tengah masyarakat tidak dikenal dalam kalangan ilmu kegempaan dunia.
Terlebih, sampai saat ini belum ada satu pun ilmuwan dunia yang mampu memprediksi terjadinya gempa secara tepat.
Akibat beredarnya SMS tersebut, sejumlah masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Kabupaten Aceh Jayadan dan Aceh Barat, panik. Sebagian masyarakat memilih mengungsi karena khawatir akan terjadinya gempa berkekuatan 12 SR yang sumbernya tidak dapat dipercaya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar